Harapan besar kini berada di pundak John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, yang akan memulai debutnya pada FIFA Series 2026.
Kegagalan Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2026 menjadi luka yang mendalam. Penunjukan John Herdman diharapkan dapat mengangkat performa tim dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.
FIFA Series 2026 akan menjadi ujian pertama bagi Herdman. Indonesia menjadi tuan rumah turnamen mini yang akan berlangsung pada 27–30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Debut Herdman akan menjadi sorotan utama. Tiga negara dari benua berbeda akan menjadi lawan, yaitu Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.
Timnas Indonesia dijadwalkan melawan Saint Kitts and Nevis, sementara Bulgaria akan menghadapi Kepulauan Solomon. Pemenang dari setiap pertandingan akan bertemu di final.
Indonesia berada di peringkat 122 FIFA, lebih tinggi dari Saint Kitts and Nevis yang berada di peringkat 154. Keuntungan bermain di kandang sendiri akan menjadi dorongan moral bagi Tim Garuda.
Jika Bulgaria (87) berhasil mengalahkan Kepulauan Solomon (152), kemungkinan besar Tim Garuda akan bertemu Bulgaria di partai puncak. Mampukah Herdman mempersembahkan trofi di laga debutnya bersama Timnas Indonesia?
Optimisme terhadap Herdman bukan tanpa alasan. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun ini pernah membawa Timnas Kanada ke putaran final Piala Dunia 2022.
Selain itu, saat melatih Timnas Kanada Putri, ia meraih medali perunggu Olimpiade London 2012 dan Rio 2016. Sebelumnya, ia membawa Timnas Selandia Baru Putri ke Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta mendominasi zona Oseania.
PSSI meyakini rekam jejak tersebut membuat Herdman mampu mentransfer mental juara ke Tim Garuda.
Amunisi Lengkap, Tinggal Meracik Strategi
Di atas kertas, Herdman memiliki pemain berkualitas di semua lini. Beberapa nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Emil Audero, dan Maarten Paes siap menjadi andalan.
Pilihan lain yang menjanjikan termasuk Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Yakob Sayuri, Eliano Reijnders, Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, dan Justin Hubner.
Herdman perlu waktu untuk memahami karakter permainan setiap pemain. Ia perlu membangun chemistry langsung di lapangan, bukan hanya melalui tayangan liga atau laporan statistik.
PSSI berencana mengumpulkan para pemain pada pertengahan Maret di Jakarta. Waktu yang terbatas menjadi tantangan tersendiri.
Tekanan dan Ekspektasi Tinggi
Selain menentukan starting XI terbaik, Herdman harus menyiapkan berbagai skenario cadangan. Cedera, kartu merah, dan situasi tertinggal harus diantisipasi.
FIFA Series bukan hanya sekadar turnamen uji coba. Nama besar PSSI dipertaruhkan setelah kegagalan menuju Piala Dunia 2026.
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, berharap era baru ini menjadi momentum kebangkitan.
"Saya berharap timnas di era pelatih baru ini bisa memanfaatkan ajang FIFA Series untuk membangun kembali kekuatan Timnas Indonesia," ujar Erick Thohir.
Publik menantikan apakah John Herdman akan langsung sukses dan membawa Garuda terbang tinggi, atau justru membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan performa terbaiknya.