Kesiapan mental para pemain Timnas Indonesia kini menjadi perhatian utama pelatih John Herdman menjelang bergulirnya Piala Asia 2027. Juru taktik Skuad Garuda tersebut menegaskan bahwa setiap pemain harus memahami tanggung jawab besar ketika mengenakan jersey tim nasional.
Seperti dikutip dari Bola, John Herdman menjalani wawancara eksklusif dalam acara Bola Break di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia membagikan pandangannya mengenai pembangunan karakter tim.
Pengalaman membawa Timnas Kanada berlaga di Piala Dunia 2022 menjadi modal berharga bagi John Herdman. Ia berencana memadukan pengalaman internasional tersebut dengan target besar yang diusung oleh Timnas Indonesia saat ini.
Menurut John Herdman, ada prinsip dasar yang bersifat mutlak dalam membentuk identitas sebuah tim nasional. Seluruh elemen tersebut harus berjalan beriringan dengan komitmen yang ditunjukkan oleh para pemain dalam aktivitas keseharian mereka.
"Sebagai titik awal, saya punya pengalaman meloloskan tim ke Piala Dunia. Jadi saya akan membawa apa yang saya yakini sebagai hal-hal yang tidak bisa ditawar dalam identitas kami, menyelaraskannya dengan tujuan yang lebih besar, yaitu 280 juta alasan mengapa kami bangun dari tempat tidur setiap hari," ujar John Herdman.
"Memastikan bahwa mereka benar-benar memahami tujuan memakai jersey ini," jelasnya.
Para personel Timnas Indonesia diminta untuk merumuskan karakter yang ingin mereka tunjukkan kepada publik. John Herdman menilai langkah ini sangat krusial agar memunculkan rasa tanggung jawab yang merata di dalam skuad.
Jika terdapat aspek identitas yang dirasa kurang sesuai dengan kebutuhan tim, John Herdman siap mengarahkan para pemain ke jalur yang tepat. Ia meyakini rekam jejaknya di panggung internasional dapat membantu memperlancar proses adaptasi tersebut.
"And ketika mereka sudah jelas dengan tujuan itu, membuat mereka memutuskan ingin menjadi seperti apa dan apa yang ingin mereka tunjukkan kepada 280 juta rakyat ini," imbuh John Herdman.
"Dan ketika mereka memutuskan elemen-elemen identitas itu, saya hanya harus menjadi cermin kebenaran karena jika mereka memilih elemen-elemen yang tidak akan membantu mereka lolos dan berdasarkan pengalaman saya."
"Saya cukup paham tentang apa yang dibutuhkan, maka saya akan mencoba bernegosiasi dan membawa mereka ke titik yang memberikan kejelasan tentang siapa kami dan apa yang harus kami tampilkan," ungkapnya.
Tantangan Tekanan Turnamen Besar
John Herdman juga menyoroti bahwa sebagian pemain Timnas Indonesia belum memiliki jam terbang yang cukup dalam menghadapi tekanan tinggi di level turnamen Asia. Faktor inilah yang membuat aspek psikologis menjadi sangat vital.
Beberapa penggawa Skuad Garuda diprediksi baru pertama kali merasakan atmosfer laga penentu, seperti babak gugur atau perebutan tiket semifinal. Situasi emosional tersebut diakui dapat memengaruhi performa teknis di lapangan hijau.
"Lalu ada hal yang belum diketahui bagi banyak pemain. Mereka belum pernah berada di level tekanan seperti itu. Jadi beberapa pemain yang akan kami pilih untuk AFC mungkin belum pernah mengalami pertandingan besar dengan makna sebesar itu," tutur John Herdman.
"Dan makna itu bisa jadi kami bermain untuk tempat semifinal. Kami bisa bermain di laga fase grup untuk membawa kami ke fase gugur."
"Dan itu bisa menjadi pengalaman pertama seorang pemain di level seperti itu mewakili 280 juta rakyat. Itu adalah beban besar atau hadiah besar," papar John Herdman.