Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah membidik enam pemain diaspora yang berkarier di sejumlah negara luar negeri untuk memperkuat skuad Garuda. Langkah pemantauan ini difokuskan pada talenta muda berbakat yang mayoritas berbasis di benua Eropa.
Pemantauan intensif ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menyongsong turnamen besar di masa depan. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bola, arsitek taktik asal Inggris tersebut saat ini masih merahasiakan identitas resmi dari para pemain yang masuk dalam daftarnya.
"Namun, pada saat yang sama, ada juga pemain diaspora. Kami memiliki pemain di Jerman yang sedang kami pantau dan bina. Pemain-pemain diaspora muda," ujar John Herdman dinukil dari YouTube Antara TV Indonesia.
Herdman menjelaskan secara rinci sebaran wilayah dari para pesepak bola yang sedang masuk dalam radar pengawasannya tersebut. Tim pelatih membagi fokus pemantauan ke beberapa negara di Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat.
"Kami punya dua pemain di Jerman yang sedang kami tangani. Kami juga punya dua pemain di Belanda yang sedang kami pantau. Kami memiliki satu pemain di Australia, dan satu pemain di Amerika Serikat yang ingin kami lihat berkembang hingga ke tim nasional," jelas John Herdman.
Meskipun belum ada pengumuman resmi, spekulasi mengenai identitas keenam pemain tersebut telah meluas di kalangan pencinta sepak bola nasional. Dua pemain di Jerman diduga adalah Laurin Ulrich yang membela 1. FC Magdeburg dan Jenson Seelt di VfL Wolfsburg.
Sementara itu, dua nama dari Belanda diperkirakan mengarah kepada bek PEC Zwolle, Tristan Gooijer, serta gelandang Jong AZ, Julian Oerip. Untuk slot di Amerika Serikat dan Australia, prediksi tertuju pada penyerang Georgetown University, Mitchell Baker, dan pemain sayap Macarthur FC, Luke Vickery.
Target utama dari pengumpulan bakat internasional ini berkaitan erat dengan rencana partisipasi Indonesia di ajang global. Herdman secara spesifik memproyeksikan para talenta muda ini untuk turnamen yang akan digelar empat tahun mendatang.
"Jadi, ini adalah keseimbangan yang terus dijaga antara pemain muda potensial yang bisa menjadi bagian dari proyek Piala Dunia 2030," ucap John Herdman.