John Herdman Pilih 24 Pemain Timnas untuk FIFA Series

John Herdman telah menentukan 24 pemain yang akan membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.

John Herdman telah memilih 24 pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026. Keputusan ini membuat 17 nama harus absen dari ajang yang bersamaan dengan FIFA Matchday di SUGBK pada 27 dan 30 Maret mendatang.

Racikan strategi dari mantan pelatih Timnas Kanada ini akan diuji saat Indonesia berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis. Jika Jay Idzes dan rekan-rekan berhasil menang, mereka akan menghadapi pemenang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon.

Menariknya, beberapa pemain yang tereliminasi justru menunjukkan performa gemilang dan menjadi pilar penting di klub masing-masing pada BRI Super League 2025/2026. Bahkan, dari segi senioritas dan pengalaman, mereka tidak kalah dengan pemain yang berhasil masuk ke dalam skuat final Timnas Indonesia. Jumlah penampilan mereka bersama Timnas Indonesia pun terbilang cukup banyak.

Nama-nama seperti Witan Sulaeman (46 caps), Ricky Kambuaya (43), dan Stefano Lilipaly (33) harus menerima kenyataan pahit tidak terpilih.

Fabio Lefundes, pelatih Borneo FC, mengungkapkan bahwa penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia cukup mengejutkan. Dalam sebuah wawancara, ia berpendapat bahwa Bojan Hodak lebih memahami liga, pemain lokal, serta kultur sepak bola Indonesia.

Keputusan akhir John Herdman dinilai menarik dan penuh kejutan. Pengamat sepak bola senior asal Makassar, Toni Ho, berpendapat bahwa caps pemain biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama seorang pelatih dalam memilih pemain Timnas. Namun, hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi John Herdman.

"Keputusan final John Herdman memang menarik dan penuh kejutan. Biasanya di Timnas Indonesia manapun caps jadi salah satu pertimbangan seorang pelatih. Tapi bagi John Herdman itu bukan jaminan bisa masuk tim asuhannya," kata Toni Ho.

Toni Ho yakin bahwa pelatih asal Inggris tersebut sangat teliti dalam menentukan 23 pemain pilihannya. Herdman disebut telah melihat langsung aksi para pemain Timnas Indonesia saat membela klubnya di Super League. Sebagai pelatih yang berpengalaman, ia pasti memiliki parameter tersendiri dalam menentukan pemain yang layak bergabung dengan Timnas Indonesia sesuai dengan gaya bermain yang diinginkannya.

Otoritas Penuh di Tangan Pelatih

Sebagai seorang pelatih, Toni Ho memahami apa yang sedang dirancang dan akan ditampilkan oleh John Herdman bersama Timnas Indonesia. Toni Ho menuturkan bahwa keputusan John Herdman memang mengejutkan dan mungkin tidak disetujui oleh banyak orang. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut tidak perlu diperdebatkan karena Herdman memiliki otoritas penuh dalam menentukan skuat Timnas Indonesia. Ia juga diyakini tidak sembarangan dalam memilih pemain karena ini merupakan debutnya bersama Timnas Indonesia.

"Keputusan John Herdman memang penuh kejutan. Banyak orang mungkin kaget dan kurang setuju dengan pemain pilihan John Herdman," Toni Ho menuturkan.

"Tapi saya kira itu tak perlu diperdebatkan. Karena dia punya otoritas penuh menentukan skuat Timnas Indonesia. Dia pasti juga tak sembarangan memilih pemain, karena ini debut John Herdman di Timnas Indonesia," ujarnya.

Pencoretan Ezra Walian

Toni Ho juga menyinggung soal pencoretan Ezra Walian, yang dinilai banyak pengamat dan pecinta Timnas Indonesia sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Padahal, performa Ezra Walian bersama Persik musim ini sangat baik, dengan catatan enam gol dan sembilan assist. Namun, hal tersebut ternyata tidak membuat John Herdman terkesan.

"Pencoretan Ezra Walian ini dinilai banyak orang tak masuk akal. Tapi saya yakin John Herdman punya penilaian sendiri sebelum mencoret Ezra Walian. Hal seperti ini bagi saya sesuatu yang wajar. Karena di Timnas negara lain pernah seorang bintang juga tak dipilih," tuturnya.

Recommended