Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, sukses melewati tantangan awal kepemimpinannya. Skuad Garuda berhasil meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dalam pertandingan pertama FIFA Series 2026. Hasil positif ini, seperti diberitakan oleh Bola.com, memicu optimisme tinggi terhadap performa Timnas Indonesia di bawah arahan Herdman.
Mantan pesepak bola nasional, Alexander Saununu, menyoroti pendekatan Herdman. Menurutnya, pelatih asal Kanada itu memiliki kemampuan mengoptimalkan potensi para pemain dengan gaya permainan yang menarik dan menghibur. Saununu menyatakan bahwa laga melawan Saint Kitts and Nevis bukan tolok ukur utama, melainkan penampilan timnas di bawah racikan Herdman.
Perhatian khusus dari Alex Saununu tertuju pada lini tengah Timnas Indonesia. Sebagai mantan gelandang legendaris Pelita Jaya, ia merasa penasaran dengan kekuatan sektor vital tersebut, mengingat Herdman tidak memiliki gelandang berkarakter playmaker murni.
Saununu mengulas perubahan signifikan di lini tengah. "Thom Haye absen. Marc Klok dan Ezra Walian dicoret. Tanpa playmaker, John Herdman menutup kelemahan jantung permainan dengan menarik Calvin Verdonk dan Ole Romeny ke tengah membantu Jordi Amat. Ini bukan keputusan yang asal-asalan. Ini bukti John Herdman pelatih jempolan," jelas Alex Saununu.
Menurut Alex Saununu, yang pernah membela Timnas Indonesia pada era 1980-an, lini tengah pilihan Herdman dihuni oleh pemain-pemain yang lincah dan agresif. Ia mengamati skill individu para pemain sangat mendukung, sehingga Timnas Indonesia mampu menguasai lapangan tengah dan memberikan tekanan maksimal kepada lawan.
Ketajaman John Herdman dalam Mengidentifikasi Talenta Lokal
Selain itu, Alex Saununu juga memberikan pujian terhadap ketajaman John Herdman dalam mengevaluasi pemain-pemain yang berkarier di BRI Super League. Herdman dinilai memiliki "mata tajam" untuk menemukan potensi pemain yang sesuai dengan sistem permainan yang ingin diterapkan di Timnas Indonesia.
Sebagai contoh, Alex Saununu menyebut nama Doni Tri Pamungkas dan Beckham Putra. Kedua pemain ini sebelumnya sempat diragukan dapat bersaing dengan pemain-pemain yang lebih mapan seperti Calvin Verdonk atau Ragnar Oratmangoen. Namun, kepercayaan Herdman tidak salah alamat.