Johnny Jansen Tolak Penghapusan Regulasi Pemain Muda Super League

Pelatih Bali United Johnny Jansen menyatakan keberatan atas wacana penghapusan regulasi pemain U-23 dalam kompetisi sepak bola nasional.

Pelatih Bali United Johnny Jansen menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana penghapusan regulasi pemain U-23 di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada Senin (22/12/2025). Pernyataan tersebut disampaikan usai laga melawan PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Kritik Jansen muncul menyusul adanya wacana untuk meniadakan kewajiban memainkan pemain muda pada musim depan. Saat ini, aturan tersebut masih berlaku secara resmi dalam kompetisi kasta tertinggi musim 2025/2026 sebagai upaya pengembangan talenta lokal.

Dilansir dari Bola, Jansen menekankan bahwa keberadaan akademi klub akan menjadi sia-sia jika tim senior tidak memberikan ruang bagi pemain muda. Menurutnya, investasi besar dalam bentuk waktu, tenaga, dan biaya telah dikucurkan untuk membangun sistem pembinaan usia dini.

"Menurut saya, jika sebuah klub tidak ingin berinvestasi pada pemain muda, maka sebaiknya sekalian saja tidak perlu memiliki akademi," ujar Johnny Jansen, Pelatih Bali United. Ia menambahkan bahwa dampak dari penghentian investasi pemain muda baru akan terasa dalam satu dekade mendatang.

Jansen menilai pengembangan pemain muda memang memerlukan biaya yang tidak murah, namun hal tersebut krusial bagi masa depan sepak bola nasional. Ia khawatir penghapusan regulasi akan menurunkan motivasi para pemain muda di kompetisi kasta bawah seperti EPA Super League.

Meskipun mengakui bahwa memainkan pemain muda memiliki konsekuensi terhadap stabilitas performa tim, Jansen menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses belajar. Ia menegaskan bahwa klub harus berani menghadapi fluktuasi hasil demi pengembangan pemain jangka panjang.

Sikap Jansen ini berbanding terbalik dengan pandangan Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin. Pihak PSM Makassar cenderung setuju dengan penghapusan aturan tersebut agar penentuan komposisi pemain murni didasarkan pada kesiapan teknis saat latihan dan menjelang pertandingan.

Recommended