Jorge Martin berhasil mengukir kemenangan krusial pada Sprint Race MotoGP Amerika Serikat 2026 di Circuit of the Americas (COTA) pada Minggu, 29 Maret 2026 dini hari WIB. Kemenangan ini didapatkan berkat strategi unik penggunaan ban medium yang berbeda dari sebagian besar pembalap lain, seperti dilansir dari Bola.
Pembalap Aprilia tersebut mengambil keputusan berani dengan memilih ban belakang medium, alih-alih ban lunak yang umumnya digunakan para rivalnya. Martin bahkan menyatakan bahwa pilihannya ini bertentangan dengan keinginan tim Aprilia. Keputusan tersebut terbukti jitu di akhir balapan.
Di awal balapan, perbedaan performa antara kedua jenis ban tidak terlalu signifikan. Namun, ban belakang medium yang dipilih Martin mulai menunjukkan keunggulannya pada tahap akhir balapan. Ia mampu memangkas jarak satu detik dari pemimpin balapan, Pecco Bagnaia, menjelang lap terakhir.
Pada lap penentuan, Jorge Martin semakin mendekat dan berhasil melakukan manuver krusial di tikungan 12. Aksi tersebut cukup untuk menyalip Pecco Bagnaia dan mengamankan kemenangan pertamanya bagi tim Aprilia di musim ini.
Setelah kemenangan yang diraih, Jorge Martin mengungkapkan kebahagiaannya. "Saya sangat senang dengan hari ini. Saya tidak pernah berpikir bahwa ketika saya memulai musim di Thailand, saya akan memenangkan balapan setelah tiga putaran," ujarnya, dikutip dari MotoGP.com.
Martin merasa bersyukur atas dukungan Aprilia yang telah membantunya kembali mencapai performa terbaiknya. "Ini luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada Aprilia. Mereka banyak membantu saya untuk mencapai level saya lagi. Saya merasa menjadi pembalap yang lebih baik daripada sebelumnya," tambahnya.
Meski merasa lebih kuat, Martin mengakui bahwa ia masih merasakan beberapa masalah fisik. "Saya masih merasakan beberapa masalah dengan kondisi fisik saya, terutama rasa sakit. Sprint Race terasa panjang bagi saya," jelasnya.
Mengenai strategi ban, Martin mengungkapkan ketenangannya. "Saya bisa tetap tenang sepanjang lap karena saya tahu ban medium saya bekerja dengan baik. Performanya semakin membaik. Strategi saya sempurna dan saya senang strategi itu membuahkan hasil," ungkapnya.
Meyakinkan Aprilia Memakai Ban Medium
Martin menegaskan bahwa keputusan penggunaan ban medium sepenuhnya berasal darinya. Tim Aprilia awalnya lebih condong untuk mengikuti strategi pembalap lain yang menggunakan ban belakang lunak. "Saya meyakinkan tim untuk menggunakan ban medium. Mereka ingin saya menggunakan ban lunak, sama seperti yang lain," kata Martin.
Namun, setelah sesi FP2, Martin semakin yakin dengan pilihannya. "Setelah FP2, saya benar-benar yakin bahwa pilihan saya adalah ban medium," tegasnya.
Untuk meyakinkan tim, Martin memberikan jaminan. "Saya harus meyakinkan tim, tetapi saya mengatakan kepada mereka, 'Oke, hari ini kita akan lihat dan jika itu bukan pilihan yang tepat, maka kita akan selalu melakukan seperti yang lain di grid'."
Pilihan tersebut terbukti tepat meskipun ada tantangan awal. "Beginilah cara saya meyakinkan mereka. Itu adalah pilihan yang tepat. Di lap-lap awal saya agak kesulitan untuk mengendalikan motor, tetapi pada akhirnya usaha saya membuahkan hasil dan saya sedikit lebih kuat dari yang lain," tambahnya.
Drama dan Perubahan Klasemen
Kemenangan Jorge Martin di Sprint Race MotoGP Amerika 2026 tidak hanya memberinya podium tertinggi tetapi juga membawanya mengambil alih puncak klasemen sementara. Martin kini memimpin dengan 57 poin, unggul tipis satu angka dari Marco Bezzecchi yang tergelincir ke posisi kedua setelah mengalami DNF (tidak finis) di balapan ini.
Drama lain juga terjadi dengan Pedro Acosta, yang awalnya finis ketiga namun harus kehilangan podiumnya. FIM Stewards menjatuhkan penalti waktu 8 detik kepada pembalap Red Bull KTM tersebut karena terbukti melanggar regulasi tekanan ban. Akibatnya, Acosta turun ke posisi kedelapan, dan podium ketiga berpindah tangan kepada Enea Bastianini.
Bastianini, yang tampil konsisten sepanjang balapan, meraih podium pertamanya musim ini. Sementara itu, Joan Mir mengalami nasib apes setelah terjatuh di lap terakhir saat berada di posisi keempat, kehilangan kesempatan meraih poin penting.