Jorge Martin Ungkap Penyebab Rentetan Kecelakaan di MotoGP Catalunya 2026

Jorge Martin menjelaskan penyebab empat insiden kecelakaan yang dialaminya selama rangkaian balapan di MotoGP Catalunya 2026.

Pembalap Aprilia, Jorge Martin, memberikan penjelasan terkait rangkaian kecelakaan yang menimpanya sepanjang akhir pekan MotoGP Catalunya 2026. Seperti dilansir dari Bola, juara dunia MotoGP 2024 tersebut menegaskan tidak ada penyebab tunggal di balik empat insiden yang dialaminya dalam dua hari terakhir.

Catatan negatif ini muncul hanya sepekan setelah dirinya menyapu bersih kemenangan di MotoGP Prancis. Martin justru kesulitan menjaga momentum di Barcelona, di mana serangkaian kecelakaan membuat performanya berantakan sejak sesi latihan dimulai.

Martin tercatat dua kali terjatuh pada sesi latihan Jumat. Insiden pertama pada FP1 bahkan membuatnya mengalami gegar otak ringan sehingga harus menjalani pemeriksaan di pusat medis.

Pembalap asal Spanyol itu sebenarnya sempat menunjukkan kecepatannya lewat catatan waktu impresif pada kualifikasi pertama atau Q1. Namun, beberapa saat kemudian ia kembali terjatuh di Tikungan 5 dan membuat motornya mengalami kerusakan.

Setelah lolos ke Q2 dan menempati posisi kesembilan saat kualifikasi, Martin sempat tampil menjanjikan di sesi sprint race. Sial bagi Martin, ia kembali kehilangan kendali ketika sedang berada di posisi keenam pada lap ketiga.

Martin mengakui sebagian besar insiden tersebut dipengaruhi oleh kesalahannya sendiri. Meski demikian, ia merasa setiap kecelakaan yang dialaminya memiliki penyebab yang berbeda-beda.

"I saya mengalami beberapa cedera ringan. Seluruh badan terasa memar akibat benturan, lalu ada sedikit keseleo di kaki. Tapi, tidak ada yang membuat saya kesulitan mengendarai motor dengan baik. Jadi, saya baik-baik saja," ujar Martin.

Ia menilai karakter lintasan Catalunya musim ini jauh lebih sulit dibanding biasanya. Menurutnya, batas grip pada sirkuit tersebut sangat sulit untuk ditebak oleh pembalap.

"Sirkuit ini jauh lebih rumit dari biasanya dan sangat sulit menemukan batas kemampuan motor. Ketika Anda menemukannya, Anda malah jatuh. Jadi, saya harus lebih bisa mengantisipasi," ungkapnya."Di balik kecelakaan selalu ada kesalahan manusia, mungkin 99 persen memang begitu. Hari ini ada angin dari belakang. Mungkin saya terlalu lama menahan rem depan dan akhirnya jatuh. Tapi, ini bagian dari proses memahami motor," jelas rider berusia 28 tahun itu.

Perbedaan Latar Belakang Setiap Insiden

Saat ditanya apakah dirinya marah terhadap performa pribadinya, Martin menolak anggapan tersebut. Ia merasa setiap kecelakaan dipicu oleh latar belakang yang tidak sama.

"Tidak. Selalu ada penyebabnya. Kecelakaan pertama karena ban masih dingin. Kecelakaan kedua juga karena ban dingin. Kecelakaan ketiga karena saya terlalu memaksa dan motor keluar ke area kotor lintasan. Jadi, itu hal yang normal," jawabnya."Lalu, hari ini saat sprint race, saya sendiri belum benar-benar mengerti penyebabnya. Besok saya akan mencoba bangkit lagi. Saya sangat cepat di Tikungan 10, mungkin malah terlalu cepat. Jadi, mungkin saya harus mengerem sedikit lebih awal," kata Martin, Sabtu kemarin.

Di tengah kesulitan yang menimpa Martin dan Marco Bezzecchi, Raul Fernandez justru tampil menjadi pembalap Aprilia terbaik setelah finis keempat. Fernandez bahkan sempat lama berada dalam perebutan podium pada sesi sprint race.

Martin meyakini bahwa dirinya sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih hasil maksimal jika mampu bertahan di atas motor hingga garis finis.

"Saya rasa potensi saya hari ini adalah podium atau bahkan bertarung untuk kemenangan. Tapi, ya, hari ini sudah lewat," keluhnya.

Tetap Percaya Diri Hadapi Balapan Utama

Kendati harus terjatuh sampai empat kali dalam dua hari, Martin memastikan rasa percaya dirinya belum terganggu menjelang balapan utama pada hari Minggu.

Martin dijadwalkan memulai balapan dari posisi kesembilan. Posisi start ini unggul tiga tingkat lebih baik dibanding rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang juga mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi.

"Bagi saya, yang penting adalah merasa siap," kata Martin."Hari ini ketika berada di grid, saya merasa siap menghadapi apa pun. Saya benar-benar merasa siap.""Saya tahu pace saya kuat. Saya tahu feeling dengan motor juga bagus. Jadi, kalau saya merasa siap, bahkan start dari posisi ke-15 pun saya tetap percaya diri," ucapnya."Masalahnya justru kalau Anda start dari posisi kedua, tetapi tidak merasakan koneksi dengan motor. Saya merasa nyaman. Saya merasa motor bekerja dengan baik.""Saya akan mencoba menjadikan besok sebagai hari yang bagus dan berusaha meraih poin sebanyak mungkin," imbuh Martin.

Recommended