Penyerang muda Barcelona, Roony Bardghji, dilaporkan berpotensi meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas 2026 akibat minimnya kesempatan bermain di tim utama. Pemain berusia 20 tahun tersebut sulit menembus posisi reguler karena dominasi Lamine Yamal di sektor sayap kanan Barcelona.
Dilansir dari Bola, Bardghji tercatat hanya mengumpulkan total 616 menit bermain dari 23 penampilan di semua kompetisi sepanjang musim pertamanya. Meskipun jam terbangnya terbatas, talenta asal Swedia ini menunjukkan efektivitas tinggi dengan mencetak dua gol dan memberikan empat assist.
Statistik tersebut menunjukkan bahwa Bardghji mampu memberikan kontribusi gol setiap 102 menit saat berada di lapangan. Efisiensi ini menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa yang mulai memantau situasi sang pemain di Camp Nou menjelang pembukaan jendela transfer.
Juventus menjadi klub terbaru yang menunjukkan minat serius untuk memboyong mantan pemain FC Copenhagen tersebut. Selain raksasa Italia itu, klub lain seperti Porto, Monaco, dan Stuttgart dikabarkan sudah menghubungi Barcelona sejak bursa transfer Januari lalu.
Laporan dari media Sport menyebutkan bahwa Barcelona lebih memilih opsi peminjaman daripada penjualan permanen. Manajemen klub masih meyakini potensi besar Bardghji dan ingin tetap memegang kendali atas masa depan pemain yang didatangkan dengan biaya 2,5 juta euro tersebut.
Kebutuhan Bardghji untuk mendapatkan peran yang lebih besar menjadi faktor utama di balik rencana kepindahannya. Di sisi lain, pelatih Hansi Flick disebut sedang mempertimbangkan apakah menit bermain yang ada akan dialihkan kepada pemain muda dari akademi La Masia.
Situasi ini menempatkan Barcelona dalam dilema karena mereka berisiko tidak memiliki pelapis yang sebanding jika Lamine Yamal mengalami cedera. Sebelumnya, Bardghji sempat menjadi alternatif bagi Yamal di awal musim setelah ia pulih dari masalah hernia olahraga yang dialaminya.