Juventus dilaporkan tengah menyiapkan perombakan taktik besar-besaran demi mengakomodasi kedatangan gelandang kreatif Portugal, Bernardo Silva, pada bursa transfer Mei 2026 ini. Langkah strategis tersebut diprediksi akan mengubah peran sentral di lini tengah tim asuhan Luciano Spalletti.
Dilansir dari Bola, kehadiran Silva diproyeksikan untuk mengisi posisi gelandang serang di belakang striker dalam formasi 4-2-3-1. Peran baru ini akan menjadikan mantan pemain Manchester City tersebut sebagai pusat distribusi bola sekaligus pengatur ritme serangan utama Bianconeri.
Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa skema baru ini menuntut penyesuaian dari pemain lain, terutama Manuel Locatelli dan Khephren Thuram. Locatelli akan difokuskan sebagai pengatur tempo dari lini belakang, sementara Thuram diminta bermain lebih disiplin dalam menjaga area pertahanan.
Perubahan struktur ini berdampak langsung pada masa depan Teun Koopmeiners di dalam skuad. Peran hibrida yang selama ini dijalankan Koopmeiners dinilai menjadi kurang relevan dengan keberadaan pengatur permainan murni seperti Silva di lini tengah.
Di sektor penyerangan, posisi Jonathan David dikabarkan ikut terancam akibat penataan ulang komposisi tim ini. Juventus juga mempertimbangkan untuk melepas pemain muda seperti Fabio Miretti dan Vasilije Adzic agar mereka bisa mendapatkan menit bermain di klub lain.
Untuk pengisian posisi sayap, Spalletti kemungkinan besar akan tetap mengandalkan Kenan Yildiz di satu sisi. Sementara sisi lainnya akan diperebutkan oleh Weston McKennie dan Francisco Conceicao dengan prioritas pada pemain yang memiliki kontribusi bertahan lebih baik.
Secara keseluruhan, masuknya Bernardo Silva memaksa manajemen Juventus untuk merapikan pembagian peran pemain secara lebih mendetail. Pendekatan permainan tim ke depan akan lebih menitikberatkan pada aspek teknis dan penguasaan bola yang dominan.