Penjaga gawang PSBS Biak, Kadu, menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa di tengah ancaman degradasi yang membayangi timnya di BRI Super League 2025/2026. Meski Badai Pasifik terpuruk di dasar klasemen, kiper asal Angola ini menjadi salah satu pemain yang bersinar terang.
PSBS Biak kini berada di posisi ke-18 dengan 18 poin dari 25 pertandingan. Dengan sembilan laga tersisa, peluang untuk bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia semakin menipis. Namun, Kadu menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah hingga akhir musim, seperti dilansir dari Bola.
Kiper eks FC Porto itu menyampaikan komitmen timnya. "Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik dan berusaha keluar dari zona degradasi. Kami akan tetap profesional hingga akhir," ujar Kadu kepada Bola.com pada Senin (6/4/2026).
Secara statistik, Kadu menjadi salah satu penjaga gawang paling sibuk sepanjang musim ini. Berdasarkan data I.League, ia berhasil mencatatkan 91 penyelamatan, menempatkannya di posisi ketiga sebagai kiper dengan jumlah saves terbanyak.
Pencapaian Kadu hanya kalah dari Nadeo Argawinata dari Borneo FC yang mencatat 98 penyelamatan dan Mike Hauptmeijer dari Bali United dengan 97 penyelamatan. Ia bahkan unggul atas kiper-kiper top lainnya seperti Ernando Ari dari Persebaya Surabaya (82 saves) dan Igor Rodrigues dari Persita Tangerang (78 saves).
Data tersebut menggambarkan tekanan besar yang dihadapi Kadu di lini pertahanan PSBS. Meskipun ia telah kebobolan 46 gol dari 24 laga dan hanya mencatat empat clean sheet, banyak penyelamatan krusial yang dilakukannya telah membantu timnya terhindar dari kekalahan telak.
Kadu menyampaikan pandangannya terhadap performanya. "Saya bekerja keras setiap hari untuk melampaui diri sendiri. Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu tim, tetapi sayangnya itu belum cukup. Saya tetap tegar karena saya sudah memberikan yang terbaik," jelasnya.
Masa Depan Kadu di Liga Indonesia
Didatangkan pada 31 Juli 2025, Kadu langsung menunjukkan kualitasnya di Liga Indonesia. Namun, ancaman degradasi menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depannya bersama PSBS Biak. Situasi ini menempatkan kariernya di persimpangan jalan.
Meski demikian, Kadu mengungkapkan ketertarikan kuat untuk terus melanjutkan kariernya di Indonesia. "Saya sangat menyukai Indonesia dan ingin sekali tinggal di sini. Kita lihat saja apakah ada tawaran dan peluang baru yang muncul," ungkap Kadu.
Pernyataan tersebut membuka peluang bagi klub-klub lain untuk mengamankan jasanya, terutama jika PSBS Biak benar-benar harus turun kasta. Kadu juga tidak menutup kemungkinan bermain di Liga 2. "Saya tidak pernah menutup pintu untuk apa pun. Jika itu proyek yang serius, tentu saja layak dipertimbangkan," kata pemilik nama lengkap Aldo Geraldo Manuel Monteiro itu.
Kadu merasa kerasan tinggal di Indonesia. Di balik kondisi sulit yang dihadapi bersama Tim Badai Pasifik, ia memberikan penilaian positif terhadap kualitas kompetisi di Tanah Air. "Menurut saya, ini adalah liga yang relatif kompetitif. Pemasarannya sangat baik, produknya dipromosikan dengan baik, dan secara keseluruhan saya tidak menemukan kekurangan apa pun," tambahnya.