Kai Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan Kontra Leverkusen

Gol penalti Kai Havertz di menit akhir amankan hasil imbang untuk Arsenal saat melawan Bayer Leverkusen, skor akhir 1-1.

Kai Havertz menjadi pahlawan bagi Arsenal setelah mencetak gol penyeimbang melalui titik penalti di menit-menit akhir pertandingan melawan Bayer Leverkusen. Pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang digelar di BayArena, Kamis (12-3-2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor imbang 1-1.

Penalti diberikan setelah Malik Tillman melanggar Noni Madueke di kotak terlarang pada menit ke-89. Havertz sukses mengecoh kiper Janis Blaswich dan menyamakan kedudukan.

Sebelumnya, Arsenal sempat tertinggal setelah Robert Andrich mencetak gol bagi Leverkusen pada awal babak kedua, memanfaatkan sepak pojok dari Alex Grimaldo.

Meskipun meraih hasil imbang, Arsenal tetap diunggulkan untuk lolos ke babak selanjutnya pada leg kedua yang akan datang. The Gunners datang ke laga ini dengan catatan kemenangan sempurna di Liga Champions musim ini.

Mikel Arteta, manajer Arsenal, melakukan rotasi besar dengan mengganti 10 pemain dari susunan pemain yang menang atas Mansfield Town di Piala FA.

Arsenal memulai pertandingan dengan menjanjikan, Gabriel Martinelli nyaris membuka skor, namun tendangannya membentur mistar gawang.

Leverkusen bermain disiplin dalam bertahan dan hampir mengejutkan Arsenal di awal babak kedua. Sundulan Martin Terrier memaksa kiper David Raya melakukan penyelamatan gemilang.

Dari sepak pojok, Andrich yang tidak terkawal berhasil menyundul bola ke gawang Arsenal.

Setelah tertinggal, Arteta memasukkan Madueke dan Havertz yang kemudian menjadi penentu hasil imbang.

Gol Penyeimbang Arsenal

Madueke melakukan penetrasi ke kotak penalti dan dijatuhkan oleh Tillman. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Havertz dengan tenang menjalankan tugasnya dan mencetak gol penyeimbang.

Meskipun mencetak gol penting, pemain berusia 26 tahun itu merayakannya dengan sederhana sebagai bentuk penghormatan kepada klub yang pernah ia bela.

Terpisah dari itu, Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyatakan bahwa peluang juara BRI Super League 2025/2026 masih terbuka meski timnya tertinggal enam poin dari Persib Bandung. Persija harus tampil konsisten di 10 laga sisa, termasuk saat melawan Persib.

Recommended