KAI Rombak Kawasan Manggarai Jadi Pusat Bisnis Baru Jakarta

PT Kereta Api Indonesia merombak kawasan Manggarai menjadi pusat bisnis baru setara SCBD atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana menyulap kawasan Manggarai di Jakarta Selatan menjadi pusat bisnis baru atau Central Business District (CBD) kedua di Ibu Kota. Proyek pengembangan lahan seluas 62 hektare ini dijadwalkan memulai konstruksi tahap pertama pada Juli atau Agustus 2026.

Rencana transformasi kawasan tersebut dilansir dari Detik Finance, di mana area stasiun terpadu ini akan dirancang menyerupai kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Di sana akan dibangun apartemen berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi langsung dengan transportasi publik, area komersial, pusat olahraga, hingga tempat hiburan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pengembangan kawasan terpadu ini tidak hanya berfokus pada hunian vertikal semata, melainkan juga menyediakan ekosistem bisnis yang lengkap bagi masyarakat.

"Kawasan Manggarai ini kita mempunyai 62 hektare yang akan kita desain itu akan menjadi CBD keduanya Jakarta, setara SCBD. Jadi, nanti ke depannya itu tidak hanya seperti Kalibata yang hanya ada vertikal building-nya saja, tapi ini nanti juga ada kawasan komersialnya, kemudian ada kawasan bisnisnya, ada tempat olahraga dan leisure juga," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI di Menara BTN, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Bobby Rasyidin menambahkan bahwa konsep pembangunan kawasan komersial modern tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya fasilitas penunjang berskala internasional.

"Jadi, bapak presiden itu berpesan kepada saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada convention hall bintang lima, ya, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Pada pengerjaan fase awal, KAI mengalokasikan lahan seluas 2,2 hektare untuk mendirikan tiga menara apartemen di atas tapak seluas 8.000 meter persegi. Selanjutnya, proyek tahap kedua akan memperluas pembangunan dengan mendirikan delapan menara tambahan di area seluas 1,6 hektare.

"Dan kita harapkan kita akan mulai bangun itu di Juli, di Juli-Agustus, dan kita harapkan juga dalam 13 bulan itu kita sudah melakukan serah terima dari unitnya," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Hunian vertikal di kawasan ini sengaja dirancang dengan dimensi yang lebih luas daripada apartemen bersubsidi standard, yakni dengan pilihan tipe bervariasi mulai dari ukuran 45 meter persegi hingga 54 meter persegi.

"Nah, ini kita sudah pikirkan bahwa unit ini, itu akan bisa digunakan untuk keluarga-keluarga yang bertumbuh, keluarga-keluarga yang bertumbuh," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Untuk merealisasikan pendanaan konstruksi serta penyediaan fasilitas kredit pemilikan rumah bagi konsumen pada tahap pertama ini, PT KAI resmi menjalin kolaborasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Recommended