Mendiktisaintek Dorong Kampus Sediakan Dapur Makan Bergizi Gratis

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menginstruksikan perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 30 April 2026.

Penyediaan fasilitas dapur di lingkungan kampus ini menjadi langkah strategis untuk mengimplementasikan program prioritas Presiden. Dilansir dari Medcom, perguruan tinggi diharapkan berperan aktif dalam penguatan gizi masyarakat melalui basis akademik.

Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa arahan tersebut selaras dengan koordinasi bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Kampus diposisikan sebagai pusat inovasi dan riset yang memantau dampak program terhadap para penerima manfaat.

"Kampus bisa mainkan peran mulai dari inovasi-inovasi teknologi, mulai dari riset-riset yang bisa dilakukan terhadap penerima manfaat (MBG)," kata Brian Yuliarto, Mendiktisaintek.

Penerapan program ini diklaim mampu mengasah kemampuan sumber daya manusia di perguruan tinggi. Fokus utama pengembangan meliputi penciptaan peralatan pendukung, sistem keamanan pangan, serta pemberian bimbingan teknis bagi pengelola SPPG di lapangan.

Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi proyek percontohan dengan meresmikan fasilitas SPPG pertama di wilayah Indonesia timur. Fasilitas tersebut telah terintegrasi langsung dengan laboratorium riset dan pengembangan teknologi gizi milik universitas.

Kepala BGN Dadan Hindayana menekankan pentingnya keterlibatan akademisi dalam menciptakan terobosan teknis agar program makan gratis berjalan efisien. Saat ini, Unhas menyandang status sebagai perguruan tinggi berbadan hukum pertama yang mengoperasikan dapur SPPG secara mandiri.

Recommended