Dua Kapal Minyak Indonesia Tertahan di Selat Hormuz, Iran Terapkan Biaya Lintas

Dua kapal minyak milik Indonesia, Pertamina Pride dan Gamsunoro, tertahan di Teluk Persia terkait persiapan jalur aman di Selat Hormuz. Iran berlakukan biaya lintas US$2…

Dua kapal minyak milik Indonesia, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di Teluk Persia meski telah mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini diklaim berkaitan dengan penyiapan jalur aman perjalanan melintasi kawasan tersebut, seperti diungkapkan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, dilansir dari Detik Finance.

PIS sedang berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas persiapan teknis. Tujuannya memastikan kedua kapal dapat segera bergerak dan melintasi Selat Hormuz dengan aman. "PIS bersama dengan Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ujar Vega dalam keterangannya, Minggu (29/3/2026).

Di sisi lain, Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan biaya bagi kapal-kapal yang akan melintasi Selat Hormuz. Meskipun masih dalam pembahasan di tingkat parlemen, pejabat Iran sudah menerapkan biaya tersebut kepada sejumlah kapal yang melintas, dengan tarif sekitar US$2 juta atau setara Rp 33,8 miliar (kurs Rp 16.900), seperti diberitakan oleh Detik Bali.

Situasi ini terjadi di tengah gejolak global yang disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Harga minyak dunia kini melonjak tinggi, mencapai US$115,66 per barel untuk minyak mentah jenis Brent, atau naik US$3,09. Kenaikan harga ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat Indonesia.

Selain masalah kapal yang tertahan dan kenaikan harga minyak, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam penyediaan energi. Pemerintah tengah menginisiasi 13 proyek tambahan hilirisasi energi. Kementerian ESDM juga berupaya mengoptimalkan potensi energi domestik demi memperkuat swasembada energi.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan arahan Presiden untuk memanfaatkan seluruh potensi energi yang ada di dalam negeri. "Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," kata Bahlil, dikutip dari Detik Finance, Sabtu (28/3).

Sementara itu, Detik Sore juga menyoroti beragam peristiwa lain. Sebuah insiden pembacokan di Dusun Gundi, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, menjadi perhatian. Pelaku, Suroto, yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), melukai enam orang dengan parang dan sempat mencekik ibunya hingga pingsan. Pelaku berhasil diamankan pihak berwajib.

Dalam rangka memperingati Hari Bipolar Sedunia, Detik Sore mengangkat kisah inspiratif Afina Syifa Biladina, seorang penyintas bipolar. Didiagnosis sejak 2018, Afina sempat menghadapi stigma namun berhasil bertahan berkat dukungan keluarga dan penanganan profesional. Pengalamannya ini mendorongnya untuk berbagi edukasi kesehatan mental dan mendirikan komunitas gapapaya_id, berjuang mengubah stigma.

Recommended