Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) dan Komunitas Gas (Komogas) membuka layanan bengkel keliling untuk kendaraan berbahan bakar gas (BBG) di Cirebon, Jawa Barat.
Layanan ini akan berlangsung pada 9-16 Maret 2026 di SPBG Cirebon. Target utama layanan ini adalah pengemudi transportasi online dan angkutan harian yang menggunakan BBG.
Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN, menyatakan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat membantu memastikan kesiapan kendaraan BBG menjelang musim mudik Lebaran. Cirebon, menurutnya, adalah titik penting di jalur Pantai Utara (Pantura) yang sering dilalui pemudik dari berbagai daerah.
"Melalui layanan Bengkel Keliling ini, PGN ingin memastikan para pengguna kendaraan BBG yang melintas di jalur Pantura, khususnya di wilayah Cirebon, dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman. Kami berharap pemeriksaan teknis serta edukasi yang diberikan dapat membantu meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran," ujar Fajriyah.
Layanan yang tersedia meliputi konversi kendaraan menjadi BBG, pemeriksaan teknis, audit keamanan instalasi BBG, serta edukasi tentang keselamatan dan prosedur pengisian gas.
Sepanjang tahun 2025, PGN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) telah mengkonversi 200 unit kendaraan berbahan bakar minyak menjadi BBG di berbagai kota di Indonesia.
"Melalui program Bengkel Keliling CNG ini, kami tidak hanya ingin memastikan keselamatan dan kesiapan kendaraan BBG, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan energi gas yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus mendorong pemanfaatan energi gas sebagai alternatif bahan bakar yang lebih bersih dan berkelanjutan," tambah Fajriyah.
Menurut Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, layanan bengkel keliling ini didukung oleh peralatan teknis lengkap serta teknisi bersertifikasi yang kompeten dalam menangani sistem BBG pada kendaraan. Tim ini akan melakukan pemeriksaan teknis, pengecekan keamanan instalasi CNG, serta memberikan rekomendasi perawatan kepada para pengguna.
"Dengan dukungan peralatan yang lengkap serta teknisi tersertifikasi, kami berharap kendaraan CNG yang digunakan masyarakat dapat tetap dalam kondisi prima, aman, dan siap digunakan untuk perjalanan jarak jauh, khususnya selama periode mudik Lebaran," kata Santiaji.
Andy Lala, Ketua Umum Komogas, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan PGN dan PGN Gagas ini penting untuk memastikan keselamatan dan keandalan kendaraan BBG melalui pemeriksaan teknis dan edukasi kepada para pengguna.
"Kami berterima kasih kepada PGN dan PGN Gagas yang terus hadir mendampingi para pengguna kendaraan BBG. Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan dan keandalan kendaraan BBG, sekaligus mendorong semakin luasnya pemanfaatan energi gas sebagai alternatif bahan bakar yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat," pungkas Andy.