CDC AS Konfirmasi Kasus Hantavirus Varian Andes di Kapal Pesiar

CDC Amerika Serikat mengonfirmasi temuan hantavirus varian Andes pada penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dievakuasi ke Nebraska.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengonfirmasi temuan kasus hantavirus varian Andes pada sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius yang mendarat di Nebraska pada Selasa (12/5/2026). Penularan virus ini terdeteksi setelah proses evakuasi warga dari kapal yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde tersebut.

Satu dari 17 warga Amerika Serikat yang dievakuasi dilaporkan positif terinfeksi varian Andes meski tidak menunjukkan gejala klinis yang serius. Dilansir dari Medcom, seorang penumpang lainnya juga mengalami gejala ringan yang diduga kuat berkaitan dengan paparan virus yang berasal dari hewan pengerat tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan total terdapat tujuh kasus infeksi hantavirus yang teridentifikasi dalam insiden di kapal pesiar Belanda itu. Dari total kasus yang dilaporkan, tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia akibat komplikasi infeksi tersebut.

Direktur Divisi Kesehatan Migrasi Global CDC, David Fitter, menjelaskan bahwa hantavirus varian Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang memiliki potensi menular antar-manusia. Namun, ia menekankan bahwa risiko penyebaran secara luas tetap rendah karena membutuhkan mekanisme transmisi yang spesifik.

"Virus ini tidak mudah menyebar seperti flu atau Covid-19. Penularannya membutuhkan kontak yang sangat intens," ujar David Fitter, Direktur Divisi Kesehatan Migrasi Global CDC, dalam konferensi pers di Washington sebagaimana dikutip dari Antara.

Fitter menambahkan bahwa penyebaran biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, percikan pernapasan jarak dekat, atau penggunaan barang pribadi secara bersama-sama. Hal ini menyebabkan pola transmisinya sangat berbeda dengan virus pernapasan umum yang lebih mudah menular.

University of Nebraska Medical Center telah mengonfirmasi bahwa pasien yang terdeteksi positif saat ini berada dalam pengawasan medis. Secara umum, hantavirus menular ke manusia melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran tikus yang telah terkontaminasi oleh virus tersebut.

Infeksi hantavirus diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan fatal seperti sindrom paru hantavirus serta demam berdarah yang disertai gangguan fungsi ginjal. Otoritas kesehatan saat ini terus memantau kondisi sisa penumpang lainnya guna mencegah potensi munculnya kasus baru.

Recommended