Kekerasan di Meksiko Picu Kekhawatiran Jelang Piala Dunia 2026

Kekerasan yang terjadi di Meksiko menimbulkan kekhawatiran menjelang Piala Dunia 2026. FIFA memantau situasi dengan cermat.

Kekerasan yang melanda sejumlah kota di Meksiko menimbulkan kekhawatiran menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Direktur Pelaksana Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Andreas Retting, mengungkapkan kesulitan untuk merasa antusias menyambut turnamen tersebut di tengah situasi yang berkembang.

Retting menyatakan bahwa gambar-gambar yang datang dari Meksiko membuatnya prihatin terhadap warga Meksiko yang menderita akibat kerusuhan. Ia berharap situasi yang seperti perang ini segera mereda dan tidak semakin memburuk.

Gelombang kekerasan terjadi setelah operasi militer yang menewaskan Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", pemimpin kartel Jalisco New Generation. Kematiannya memicu aksi balasan berupa pemblokiran jalan dan pembakaran kendaraan.

Kerusuhan berpusat di negara bagian Jalisco dan ibu kotanya, Guadalajara, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026 di Estadio AKRON. FIFA menyatakan sedang memantau situasi di Jalisco dan terus berkomunikasi dengan pihak berwenang. Mereka menegaskan akan terus mengikuti langkah dan arahan dari berbagai lembaga pemerintah yang bertujuan menjaga keselamatan publik.

Sejak kerusuhan pecah, empat pertandingan sepak bola terpaksa ditunda, termasuk laga Liga MX antara Queretaro dan FC Juarez. Pertandingan Liga MX Femenil antara Necaxa dan Atletico San Luis bahkan harus dihentikan di tengah laga setelah terdengar ledakan di sekitar stadion.

Guadalajara juga akan menjadi tuan rumah pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia dalam waktu sebulan, di mana Jamaika, Kaledonia Baru, dan Republik Demokratik Kongo akan bersaing memperebutkan tiket ke putaran final di Estadio AKRON pada jeda internasional Maret.

FIFA memiliki kewenangan untuk membatalkan atau memindahkan pertandingan jika jaminan keamanan tidak dapat dipenuhi. Namun, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memberikan jaminan bahwa semua agenda tetap bisa berjalan sesuai rencana.

Dalam konferensi pers hariannya, Sheinbaum menjawab tegas saat ditanya soal kesiapan Guadalajara menjadi tuan rumah. "Semua. Semua jaminan ada," jawabnya ketika diminta menjelaskan jaminan keamanan untuk pertandingan Piala Dunia.

Sheinbaum menilai gelombang kekerasan sudah mulai mereda dan situasi perlahan kembali terkendali. Meski begitu, FIFA dipastikan akan terus mengawasi perkembangan keamanan di Meksiko dalam beberapa pekan menjelang Piala Dunia 2026.

Recommended