Momen Lebaran membawa kebahagiaan tersendiri, terutama bagi anak-anak yang menerima THR atau salam tempel. Namun, seringkali uang tersebut tidak dikelola dengan baik dan berisiko habis untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
THR anak seharusnya menjadi sarana belajar mengelola keuangan sejak dini. Tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut bisa saja habis tanpa memberikan manfaat yang jelas.
Meskipun tidak semua orang tua demikian, ada sebagian yang menggunakan THR anak sebagai tambahan dana untuk kebutuhan rumah tangga, seperti membeli beras atau membayar tagihan listrik. Hal ini mengakibatkan uang yang seharusnya menjadi hak anak menjadi tidak tersisa.
Sebaiknya, perlakukan THR anak sebagai hak mereka dan kelola secara bijak. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Ajak anak menabung. Mulailah dengan membelikan celengan atau membuka rekening tabungan di bank. Dengan cara ini, anak akan memahami konsep menabung dan merasakan manfaatnya di masa depan.
- Bagi THR anak menjadi dua bagian, yaitu untuk tabungan atau investasi jangka panjang (misalnya pendidikan) dan untuk memenuhi keinginan anak (misalnya membeli mainan atau buku). Cara ini membuat anak tetap senang sekaligus belajar mengelola uang.
- Arahkan anak untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat jika jumlah THR yang diterima cukup besar. Misalnya, membeli perlengkapan sekolah, mengikuti kursus atau les, atau berdonasi ke panti asuhan. Dengan cara ini, anak tidak hanya belajar soal uang, tetapi juga memahami pentingnya berbagi.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah orang tua mengambil THR anak dengan alasan 'menyimpan' tetapi tidak mengembalikannya. Jika memang ingin mengamankan uang anak, lakukan secara transparan. Catat jumlahnya atau berikan akses kepada anak untuk mengetahui tabungannya.
Dengan pengelolaan yang tepat, anak dapat memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan berbagi kepada sesama. Jangan sampai THR anak justru menjadi “investasi bodong” yang tidak memberikan manfaat di masa depan.