Kemenpora Buka Layanan Pengaduan Pelecehan Seksual untuk Atlet

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI meluncurkan layanan pengaduan bagi atlet korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual, menjamin perlindungan penuh.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia kini menyediakan layanan pengaduan bagi para insan olahraga yang mengalami kekerasan fisik maupun pelecehan seksual. Kebijakan ini diberlakukan menyusul mencuatnya dugaan kasus kekerasan yang menimpa atlet panjat tebing di pemusatan latihan nasional (pelatnas), seperti dilansir dari Bola.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan kehadiran negara untuk memberikan perlindungan kepada seluruh atlet Indonesia. Setiap laporan yang masuk akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku, guna menjamin keamanan dan keadilan bagi korban.

Erick Thohir menyatakan bahwa Kemenpora berdiri bersama seluruh atlet, di cabang olahraga mana pun dan di tingkat mana pun. Pihaknya membuka pintu seluas-luasnya untuk mendengar, membantu, serta melindungi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan.

Kemenpora berkomitmen memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan yang layak dan bermartabat dalam aktivitas olahraga. Pemerintah juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman di seluruh cabang olahraga, menumbuhkan nilai integritas dan rasa hormat.

Apabila dugaan pelecehan seksual dan kekerasan terbukti, Menpora Erick Thohir meminta agar sanksi berat dijatuhkan kepada pelaku. Hukuman maksimal berupa larangan terlibat dalam kegiatan olahraga seumur hidup menjadi pertimbangan serius.

Selain sanksi administratif di ranah olahraga, proses hukum juga harus berjalan jika terdapat unsur pidana. Pemerintah meminta setiap pelanggaran diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

Dedikasi dan pengorbanan atlet dalam mengharumkan nama bangsa tidak seharusnya dinodai oleh tindakan tidak terpuji yang melanggar hukum, kata Erick Thohir.

Keprihatinan dari Susi Susanti dan Perkembangan Kasus

Legenda bulutangkis Indonesia, Susi Susanti, turut mengungkapkan keprihatinan mendalam atas dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang menimpa sejumlah atlet panjat tebing. Susi menegaskan bahwa lingkungan pelatnas seharusnya menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi atlet untuk berkembang.

“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa atlet kita. Atlet adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang aman untuk berkreasi dan berkembang,” ujar peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Susi juga mengapresiasi respons cepat Menpora Erick Thohir dalam menangani kasus ini. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat fundamental untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Kasus ini mencuat di tengah persiapan Pelatnas Panjat Tebing Indonesia menuju Asian Games 2026. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah menonaktifkan pelatih Hendra Basir dari jabatannya terkait dugaan pelecehan seksual, seperti diberitakan oleh Bola.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro, menjelaskan bahwa tim pencari fakta telah dibentuk untuk mendalami kasus ini. Penonaktifan Hendra Basir berlaku sementara hingga keputusan dari tim pencari fakta dikeluarkan.

Evaluasi Menyeluruh Sistem Pembinaan Olahraga

Jumlah atlet panjat tebing yang melaporkan diri sebagai korban kekerasan fisik dan pelecehan seksual terus bertambah, mencapai sepuluh atlet dari laporan awal delapan. Menpora Erick Thohir menegaskan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan dan kekerasan di dunia olahraga Indonesia.

Erick Thohir menjamin perlindungan optimal bagi para pelapor, termasuk kerahasiaan identitas, jaminan dari intimidasi, dan perlindungan untuk kelangsungan karier mereka. Pendampingan hukum dan psikologis jangka panjang juga akan diberikan kepada para korban.

Kasus ini diharapkan menjadi pemicu evaluasi komprehensif terhadap sistem pembinaan di seluruh pelatnas cabang olahraga. Menpora menyerukan reformasi menyeluruh dalam tata kelola perlindungan atlet untuk memastikan olahraga Indonesia bersih, aman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Recommended