Kementan Beli Benih Padi IPB 9G Rp250 Miliar Antisipasi Krisis Pangan

Kementerian Pertanian akan membeli benih padi IPB 9G senilai Rp250 miliar dari IPB University guna mengantisipasi ancaman krisis pangan di tengah konflik global.

Kementerian Pertanian (Kementan) berencana membeli benih padi IPB 9G dari IPB University senilai Rp250 miliar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi potensi krisis pangan global yang mengancam. Menurut Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, pembelian benih ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, seperti dilansir dari Medcom.

Alim menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat penting mengingat konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dapat berdampak pada stabilitas pasokan pangan dunia. Kementan memandang benih IPB 9G sebagai solusi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

IPB 9G dikenal sebagai salah satu varietas padi unggulan yang dikembangkan oleh IPB University. Varietas ini menawarkan produktivitas tinggi, dengan potensi hasil panen mencapai 10 hingga 11 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Inovasi di balik IPB 9G dikembangkan oleh Dr. Hajrial Aswidinnoor, seorang inovator dari IPB. Benih ini dirancang untuk mendukung pertanian 'cerdas-iklim' karena kemampuannya beradaptasi di tanah masam, tahan terhadap hama penyakit, serta efisien dalam penggunaan pupuk dan air.

Uji coba penanaman IPB 9G di Purwakarta berhasil menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan produktivitas mencapai 10,7 ton GKP per hektare. Varietas ini juga terbukti mampu menghemat kebutuhan air hingga 10-20 persen.

Selain itu, efisiensi penggunaan pupuk pada IPB 9G juga lebih baik, menghemat hingga 25 persen dibandingkan varietas padi umum lainnya. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya produksi tetapi juga meminimalisasi dampak lingkungan dari penggunaan pupuk kimia dalam pertanian padi.

Penggunaan IPB 9G diharapkan dapat membawa banyak manfaat bagi petani, termasuk penghematan biaya tanam, ketahanan terhadap hama penyakit, dan peningkatan pendapatan. Ini menjadi langkah konkret dalam menjaga stabilitas pangan di Indonesia.

Recommended