Klub Serie A Napoli dikabarkan bersiap untuk menjual penyerang asal Belgia, Romelu Lukaku, pada pembukaan bursa transfer musim panas 2026 mendatang. Keputusan ini diambil manajemen menyusul evaluasi terhadap kontribusi pemain yang dinilai minim akibat masalah kebugaran sepanjang musim.
Dilansir dari Bola pada Sabtu (2/5/2026), Lukaku tercatat hanya tampil dalam tujuh pertandingan dengan akumulasi waktu bermain yang sangat terbatas. Gangguan cedera hamstring serta masalah otot yang terjadi secara berulang menjadi penghambat utama sang pemain untuk masuk ke dalam skema inti tim.
Manajemen Napoli mulai menunjukkan arah perubahan strategi jangka panjang di sektor depan dengan mengamankan jasa Rasmus Hojlund secara permanen. Kehadiran Hojlund mempertegas sinyal bahwa posisi Lukaku sebagai ujung tombak utama sudah mulai tergeser di skuad Partenopei.
Mengingat masa kontraknya yang hanya tersisa sekitar satu tahun, Napoli dilaporkan mematok harga pelepasan di kisaran 20 juta euro atau setara Rp405,7 miliar. Nilai tersebut dianggap realistis bagi klub yang berniat menampung pemain dengan pengalaman internasional luas tersebut.
Sebelumnya, sempat muncul upaya penjajakan dengan dua klub besar asal Milan, yakni AC Milan dan Inter Milan. Namun, sebagaimana dilaporkan Bola, hingga saat ini belum ada ketertarikan konkret atau tawaran resmi yang diajukan oleh kedua klub rival tersebut kepada pihak Napoli.
Kini, perantara pemain mulai menjajaki peluang untuk mengembalikan Lukaku ke Liga Inggris melalui komunikasi dengan sejumlah klub Premier League. Skenario kembali ke Inggris dianggap paling masuk akal mengingat rekam jejak Lukaku yang pernah membela tim besar seperti Chelsea dan Manchester United.
Realisasi kepindahan pemain berusia 32 tahun itu nantinya akan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis mendalam. Pihak klub peminat dipastikan bakal menaruh perhatian serius pada kondisi fisik Lukaku sebelum menyepakati skema finansial transfer.