Kendala Logistik Hantui Persiapan Borneo FC Hadapi PSBS Biak di Super League

Persiapan Borneo FC menjamu PSBS Biak di Super League terganggu masalah logistik. Tim tertahan 4 hari di Surabaya karena kesulitan tiket pesawat menuju Samarinda.

Borneo FC menghadapi tantangan signifikan menjelang pertandingan kandang melawan PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Persiapan tim berjuluk Pesut Etam itu sedikit terganggu akibat kendala logistik yang berdampak pada terbatasnya waktu latihan.

Situasi pelik ini muncul setelah skuad Borneo FC melakoni laga tandang kontra Madura United pada pekan sebelumnya. Mereka harus tertahan selama empat hari di Surabaya lantaran kesulitan mendapatkan tiket penerbangan langsung menuju Samarinda, markas klub.

Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui bahwa kondisi tersebut mengharuskan timnya melakukan penyesuaian program latihan. Meskipun menghadapi situasi yang kurang ideal, Lefundes memastikan bahwa para pemainnya tetap berupaya keras memberikan penampilan terbaik, seperti dilansir dari Bola.

"Dari pertandingan terakhir kami bisa dapat satu hasil yang sangat bagus. Cuma kami harus adaptasi program latihan karena di minggu terakhir ini kami ada sedikit masalah dengan logistik soal tiket," ujar Lefundes saat konferensi pers jelang laga, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, "Kami ada usaha adaptasi program kami karena ada hal-hal yang terjadi di minggu-minggu terakhir. Kita tahu mungkin tidak ideal, tapi kami tetap usaha lakukan yang terbaik."

Lefundes menjelaskan, perjalanan panjang dari Surabaya menuju Samarinda secara langsung memengaruhi intensitas sesi latihan tim. Bahkan, skuad Pesut Etam tidak dapat menjalani latihan pada Kamis (9/4/2026) karena menghabiskan waktu seharian penuh di perjalanan.

"Kemarin kami tidak bisa latihan karena satu hari penuh di perjalanan dari Surabaya sampai Samarinda. Hari ini kita bisa latihan official training, tapi semua hal yang kami butuh ke pemain sudah disampaikan," ungkapnya.

Meskipun demikian, pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa kendala ini tidak mengganggu kesiapan mental para pemain. Ia selalu menekankan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi sulit di luar lapangan pertandingan.

"Saya selalu sampaikan kepada pemain, kita harus selalu siap untuk hadapi semua situasi yang terjadi. Kalau situasi sulit, kami harus keluar dari situasi itu. Mereka sudah siap, apa pun yang terjadi kemarin mereka sudah siap," kata Lefundes.

Fisik Pemain Tetap Terjaga Optimal

Terkait kondisi fisik para pemain, Lefundes memastikan bahwa timnya tetap berada dalam keadaan prima. Program latihan yang diberikan telah disesuaikan dengan tingkat kelelahan akibat perjalanan panjang.

"Tadi kami latihan tidak terlalu berat karena kami harus imbangi dengan perjalanan jauh. Menurut saya kalau soal fisik mereka tidak akan ada masalah," ucap pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Lefundes juga menyoroti masalah logistik yang seringkali menjadi kendala bagi tim yang bermarkas di Samarinda. Minimnya penerbangan langsung seringkali memaksa perjalanan menjadi lebih panjang dan melelahkan. "Kami tidak bisa kontrol itu," paparnya.

Optimisme Pemain Jelang Laga Kandang

Dari sisi pemain, bek Borneo FC, Alfharezzi Buffon, menyatakan bahwa timnya dalam kondisi siap tempur. Perjalanan yang menguras energi tidak akan dijadikan alasan untuk tampil di bawah performa terbaik.

"Kalau untuk pertandingan besok, kemarin kami sempat perjalanan jauh yang mungkin itu capek buat pemain. Tapi saya rasa semua pemain sudah siap untuk dan kami akan kerja keras untuk meraih tiga poin," tutur Buffon.

Borneo FC membawa modal positif usai menorehkan kemenangan 3-1 atas Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan pada 5 April 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Pesut Etam bertekad melanjutkan tren kemenangan mereka.

Saat ini, Borneo FC menduduki posisi kedua klasemen sementara BRI Super League dengan perolehan 57 poin. Di sisi lain, calon lawan mereka, PSBS Biak, berada di peringkat ke-18 dengan 18 angka dari 26 pertandingan yang sudah dilakoni.

Recommended