Gelandang asal Jepang Kenzo Nambu mengungkapkan keresahannya terkait rendahnya tingkat profesionalisme pemain di kompetisi kasta kedua Indonesia setelah klubnya, Persipal Palu, dipastikan terdegradasi pada musim 2025/2026. Pernyataan tersebut disampaikan Kenzo melalui wawancara yang dilansir dari Bola pada Jumat (1/5/2026).
Perjalanan Kenzo bersama Persipal Palu di Liga 2 musim ini diwarnai berbagai kendala, mulai dari performa tim yang merosot hingga masalah finansial internal. Kondisi tersebut berujung pada kegagalan tim bertahan di kompetisi kasta kedua dan harus turun ke Liga Nusantara untuk musim mendatang.
Eks pemain PSM Makassar ini menyoroti perbedaan signifikan antara kompetisi kasta utama dan kasta kedua, terutama dari sisi pola pikir para pelaku sepak bolanya. Ia mengaku kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain serta mentalitas yang ada di liga level bawah tersebut.
"Saya harus beradaptasi dengan liga level dua Indonesia. Tapi tidak mudah beradaptasi dengan gaya sepak bola di liga ini, seperti pola pikir orang-orang, maksud saya, jadi, ini benar-benar berbeda dibandingkan dengan divisi utama," kata Kenzo Nambu, Pemain Persipal Palu.
Kenzo juga memberikan kritik tajam terhadap para pemain muda lokal yang menurutnya masih kehilangan arah dalam mengembangkan karier profesional mereka. Ia menilai kehadiran sosok pemain berpengalaman sangat krusial sebagai mentor bagi talenta muda yang gagal menembus liga utama.
Menurutnya, para pemain muda di kasta kedua membutuhkan contoh nyata mengenai kepemimpinan dan mentalitas bertanding yang kuat. Tanpa sosok panutan, Kenzo khawatir para pemain tersebut tidak akan memahami cara meningkatkan kemampuan individu mereka secara efektif.
Meski mengalami musim yang pahit bersama Persipal Palu, pemain berusia 33 tahun ini menegaskan komitmennya untuk tetap berkarier di tanah air. Kenzo tercatat telah membela empat klub berbeda selama di Indonesia, yakni PSM Makassar, Bali United, Borneo FC Samarinda, dan terakhir Persipal Palu.
Kenzo menargetkan untuk terus bermain secara profesional di Indonesia setidaknya hingga tiga tahun ke depan. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, ia bertekad untuk terus menunjukkan performa maksimal di atas lapangan guna menarik minat klub-klub Indonesia lainnya.