Legenda sepak bola Martin Keown menegaskan bahwa label negatif sebagai tim yang sering gagal di momen krusial sudah tidak layak diberikan kepada Arsenal pada Sabtu (9/5/2026). Pernyataan ini muncul setelah tim asuhan Mikel Arteta memastikan diri melaju ke babak final Liga Champions.
Keberhasilan The Gunners melangkah ke partai puncak kompetisi elite Eropa tersebut dipastikan usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan keunggulan agregat 1-0. Dilansir dari Bola, pencapaian ini merupakan final pertama bagi klub asal London Utara tersebut sejak musim 2006 silam.
"Kalau Arsenal nanti memenangkan Liga Inggris dan Liga Champions, atau bahkan salah satu saja dari dua trofi itu, saya rasa label tersebut tidak akan pantas lagi," kata Martin Keown, mantan bek Arsenal. Menurutnya, istilah tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap perjuangan keras para pemain dalam beberapa musim terakhir.
Arsenal kini berpeluang meraih dua gelar sekaligus karena masih bersaing ketat di papan atas klasemen Liga Inggris. Pada laga final Liga Champions mendatang, skuad asuhan Arteta dijadwalkan akan menghadapi raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).
Keown juga menyoroti penggunaan istilah "bottling" yang sering dilontarkan kritikus seperti Simon Jordan di program talkSPORT. Keown berargumen bahwa pada masa kepemimpinannya sebagai pemain, istilah penghinaan tersebut tidak pernah ada dan tidak relevan dengan kondisi tim saat ini.
Terkait perayaan kemenangan usai mengalahkan Atletico Madrid yang sempat dikritik Wayne Rooney, Keown memberikan pembelaan. Ia menilai apresiasi terhadap pemain sangat wajar mengingat Arsenal berhasil menjaga konsistensi tanpa kekalahan sepanjang musim Liga Champions tahun ini.
Mantan pemain Arsenal lainnya, Adrian Clarke, menambahkan bahwa pencapaian musim ini berpotensi menjadi yang terbaik dalam sejarah klub. Jika berhasil mengawinkan gelar Liga Inggris dan Liga Champions, prestasi tersebut dinilai akan melampaui rekor legendaris era Invincibles.