Final Campeonato Mineiro 2026 antara Cruzeiro dan Atlético Mineiro pada Minggu malam berakhir dengan kericuhan besar di Mineirão, Brasil. Pertandingan terpaksa dihentikan lebih awal oleh wasit.
Kericuhan dipicu oleh reaksi keras kiper Atlético, Everson, terhadap tekel yang dilakukan winger Cruzeiro, Christian. Insiden ini memicu perkelahian massal yang melibatkan kedua tim, termasuk pemain dari bangku cadangan.
Kaio Jorge, mantan striker Juventus, membawa Cruzeiro unggul di babak kedua. Namun, insiden pada menit tambahan keenam, saat Everson menjatuhkan Christian dan menekannya ke tanah, menjadi titik awal kekacauan.
Pemain Cruzeiro dengan cepat membela rekan setimnya, yang memicu respons dari pihak Atlético. Pertukaran pukulan dan tendangan terjadi hingga polisi militer turun tangan untuk memisahkan pemain yang terlibat.
Wasit Matheus Candançan menghentikan pertandingan dan meminta pengawalan polisi untuk meninggalkan lapangan. Laporan resmi mengonfirmasi total 23 kartu merah seharusnya dikeluarkan.
Berikut daftar pemain yang terkena kartu merah:
- Cruzeiro: Cássio, Fagner, Fabrício Bruno, João Marcelo, Villalba, Kauã Prates, Christian, Lucas Romero, Matheus Henrique, Walace, Gerson, Kaio Jorge.
- Atlético Mineiro: Everson, Gabriel Delfim, Preciado, Lyanco, Ruan Tressoldi, Junior Alonso, Renan Lodi, Alan Franco, Alan Minda, Cassierra, Hulk.
Hulk Tuding Wasit Sebagai Biang Kerusuhan
Kapten Atlético Mineiro, Hulk, turut menjadi salah satu pemain yang terkena kartu merah. Ia menilai wasit kurang tegas dalam memimpin pertandingan.
"Saya sudah memberi tahu wasit sejak awal pertandingan bahwa keadaan akan menjadi kacau. Dia kurang karakter," tutur Hulk.
Hulk menambahkan bahwa wasit seharusnya lebih berani mengeluarkan kartu jika diperlukan. Ia merasa insiden ini bisa dihindari jika wasit memiliki ketegasan.
"Kalau memang harus mengeluarkan satu, dua, atau tiga pemain, keluarkan saja! Dia takut memimpin final ini. Tapi dia tidak punya kepribadian. Saya tidak pernah terlibat kekerasan seperti ini sebelumnya dalam sepak bola. Saya akan terus meminta maaf. Kami mencoba menenangkan situasi, tapi ketika darah panas, melihat rekan diserang, otomatis bereaksi. Padahal semua itu bisa dihindari," lanjut Hulk.