Kualitas koneksi WiFi di sejumlah hotel di Makkah dan Madinah menunjukkan kesenjangan performa yang signifikan menjelang pelaksanaan musim Haji pada Selasa, 28 April 2026. Laporan terbaru Ookla mengungkapkan hanya sedikit hotel mewah yang mampu menyediakan kecepatan internet memadai bagi jemaah.
Akses internet kini menjadi kebutuhan primer bagi jutaan jemaah haji untuk keperluan navigasi, komunikasi, serta layanan digital harian. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik iNET, terdapat perbedaan mencolok antara hotel yang sudah menggunakan teknologi mutakhir dengan yang masih tertinggal.
Hasil analisis terhadap 16 hotel mewah menunjukkan hanya tiga penginapan yang mencatat kecepatan unduh median di atas 100 Mbps. Swissôtel Makkah memimpin dengan kecepatan 152,17 Mbps, diikuti Fairmont Hotel sebesar 148,87 Mbps, dan Swissôtel Al Maqam dengan 124 Mbps.
Penyedia akomodasi lain mencatat angka yang bervariasi, seperti Pullman ZamZam Makkah dengan 96,80 Mbps dan Anwar Al Madinah Mövenpick sebesar 78,42 Mbps. Sebaliknya, hotel premium seperti Hilton Makkah Convention Hotel hanya membukukan 4,95 Mbps dan Anjum Hotel Makkah berada di angka 10,51 Mbps.
| Nama Hotel | Kecepatan Unduh Median (Mbps) |
|---|---|
| Swissôtel Makkah | 152,17 |
| Fairmont Hotel | 148,87 |
| Swissôtel Al Maqam | 124,00 |
| Pullman ZamZam Makkah | 96,80 |
| Anwar Al Madinah Mövenpick | 78,42 |
| Anjum Hotel Makkah | 10,51 |
| Hilton Makkah Convention Hotel | 4,95 |
Persoalan utama yang ditemukan Ookla bukan sekadar kecepatan puncak, melainkan konsistensi layanan pada jam sibuk. Pada hotel dengan performa terbaik sekalipun, 10 persen pengguna terbawah masih mengalami penurunan kecepatan hingga di bawah 15 Mbps.
Faktor teknologi menjadi penentu utama stabilitas jaringan di kawasan tersebut. Hotel yang mengadopsi Wi-Fi 6, frekuensi 5 GHz, dan infrastruktur fiber optik terbukti jauh lebih stabil dibandingkan penginapan yang masih menggunakan standar Wi-Fi 4 atau pita 2,4 GHz.
Urgensi konektivitas ini berkaca pada data musim Haji 2025, di mana rata-rata penggunaan data jemaah mencapai 1,26 GB per hari. Angka konsumsi data tersebut tercatat tiga kali lipat lebih tinggi dari rata-rata global dan meningkat pesat dari tahun 2024 yang sebesar 876 MB.
Guna mengatasi kendala jaringan, Ookla menilai para pengelola hotel perlu segera memperluas koneksi fiber dan menambah titik akses. Langkah ini diperlukan untuk menghilangkan area tanpa sinyal serta meningkatkan kapasitas penyedia jasa internet (ISP) di lingkungan hotel.