Tekanan terhadap Liam Rosenior di Chelsea semakin meningkat akibat performa tim yang tidak konsisten. Kali ini, kritik datang dari mantan rekan setimnya, Kevin Kilbane, bukan hanya dari pengamat dan suporter.
Kilbane menyoroti perubahan karakter Rosenior sejak menjadi pelatih. Menurutnya, Rosenior yang sekarang sangat berbeda dengan sosok yang ia kenal saat masih bermain.
Kilbane mengingat Rosenior saat bermain bersama di Hull City sebagai pribadi yang komunikatif dan membumi. Namun, ia melihat perubahan drastis dalam cara Rosenior berbicara dan bersikap.
"Saya bermain bersama Liam di Hull dan saya punya hubungan yang baik dengannya. Dia dulu sering menceritakan kisah menarik tentang Roy Keane saat menjadi manajernya di Ipswich," ujar Kilbane.
"Tapi sekarang, bagi saya, dia tidak bisa dikenali lagi dibandingkan sosok yang saya kenal dulu. Seperti dia menelan buku panduan psikolog atau memoar mentor olahraga. Apa yang dia katakan terasa kosong dan tidak bermakna," lanjutnya.
Kilbane menilai Rosenior terlalu sering menggunakan kata-kata motivasional yang terkesan dipaksakan.
"Seperti dia mencoba mengumpulkan sebanyak mungkin kutipan untuk dimasukkan ke dalam briefing sebelum atau sesudah pertandingan. Kalau saya jadi pemain dan diminta melakukan huddle seperti itu, saya tidak akan merasa nyaman sebagai pemain Chelsea," tegasnya.
Rosenior Cari Momentum Bangkit Lewat Jeda Internasional
Di tengah kritik, Rosenior melihat jeda internasional sebagai kesempatan timnya untuk reset.
"Saya rasa jeda internasional datang pada waktu yang tepat bagi kami. Semoga para pemain mendapatkan perubahan suasana," ujar Rosenior.
Ia berharap para pemain dapat menyegarkan pikiran dan kembali dengan perspektif serta energi baru.
Rosenior tetap yakin Chelsea mampu finis di zona Liga Champions.
"Saat ini kami hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions. Kami harus terus bekerja, memberi kepercayaan diri kepada pemain, dan berharap jeda ini datang di momen yang tepat," ungkapnya.
Optimisme Rosenior menjadi sinyal bahwa ia belum kehilangan keyakinan. Namun, dengan kritik yang datang dari orang dekat, perjalanannya bersama Chelsea tidak akan mudah.