Dua perusahaan perkebunan sawit milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat melaporkan kinerja keuangan yang berbeda pada kuartal I-2026 yang berakhir pada Selasa, 31 Maret 2026. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mengalami penurunan keuntungan, sedangkan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) justru mencatatkan pertumbuhan laba bersih.
Dilansir dari Detik Finance pada Rabu (29/4/2026), PT Triputra Agro Persada Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 739,7 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 805,2 miliar.
Penurunan laba TAPG dipicu oleh terkoreksinya pendapatan kontrak dengan pelanggan menjadi Rp 2,4 triliun, atau turun 4,8 persen secara tahunan. Sektor kelapa sawit dan turunannya masih menjadi penyumbang utama pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun, disusul produk karet senilai Rp 5,5 miliar.
Kondisi berbeda dialami oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk yang berhasil mengantongi laba bersih Rp 430,4 miliar pada kuartal I-2026. Pencapaian ini meningkat 16,9 persen dibandingkan laba periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp 368,1 miliar.
Pertumbuhan kinerja DSNG didorong oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 7,7 persen menjadi Rp 2,8 triliun. Meskipun harga jual rata-rata (ASP) turun sekitar 3 persen, volume penjualan CPO perusahaan dilaporkan tetap meningkat sebesar 18 persen.
Dari sisi operasional, DSNG mencatatkan kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 2,7 persen menjadi 492 ribu ton. Produksi CPO juga mengalami pertumbuhan 2,1 persen menjadi 141 ribu ton, diikuti kenaikan produksi palm kernel sebesar 2,9 persen.
"Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar," kata Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG.
Hingga akhir Maret 2026, total aset DSNG tercatat mencapai Rp 17,7 triliun dengan posisi ekuitas Rp 12 triliun. Sementara itu, TAPG mencatatkan total aset sebesar Rp 5,01 triliun dengan liabilitas Rp 2,9 triliun dan ekuitas senilai Rp 12,4 triliun.