Posisi Mikel Arteta sebagai manajer Arsenal kembali menjadi sorotan tajam, meskipun timnya saat ini sedang memimpin klasemen Premier League. Kritikan datang dari legenda sepak bola Belanda, Jimmy Floyd Hasselbaink, yang mempertanyakan kelayakan Arteta memimpin klub sebesar Arsenal.
Hasselbaink menilai bahwa, terlepas dari performa Arsenal yang baik musim ini dan partisipasinya di kompetisi Eropa, pencapaian Arteta selama masa kepemimpinannya belum memuaskan. Hal ini diungkapkan dalam wawancaranya bersama Sky Sports, seperti dilansir dari Bola.
Menurut Hasselbaink, durasi Arteta melatih The Gunners sudah cukup lama, namun hanya satu trofi Piala FA yang berhasil dipersembahkan. Ekspektasi untuk klub sekelas Arsenal dinilai jauh lebih tinggi dari pencapaian tersebut.
“Arsenal berada dalam posisi yang sangat bagus saat ini, tapi jangan lupa sudah berapa lama dia menangani tim ini,” ujar Hasselbaink, dikutip dari Bola. Ia melanjutkan, “Dia hanya memenangkan satu Piala FA. Untuk klub seperti Arsenal, apakah itu cukup?”
Selain koleksi trofi, besarnya investasi dana yang telah digelontorkan klub dalam beberapa musim terakhir juga menjadi perhatian. Hasselbaink berpendapat bahwa dengan kedalaman skuad yang mumpuni, termasuk bangku cadangan yang solid, Arsenal seharusnya bisa tampil lebih dominan dan unggul secara signifikan.
“Lihat berapa banyak uang yang sudah dihabiskan dalam dua tahun terakhir. Dia punya dua skuad yang kuat, bahkan bangku cadangan mereka sangat solid. Seharusnya mereka bisa lebih unggul lagi,” tegas Hasselbaink.
Gaya bermain Arsenal di bawah arahan Arteta turut menjadi sasaran kritik. Hasselbaink menganggap The Gunners bermain terlalu pragmatis dan kurang menghibur bagi para penonton. Meskipun mengakui bahwa pendekatan solid dan tidak mudah kebobolan penting untuk memenangkan liga, ia merindukan gaya khas Arsenal yang lebih atraktif dan penuh 'flair'.
“Mereka bermain pragmatis. Solid, tidak mudah kebobolan, itu memang cara memenangkan liga. Tapi saya ingin melihat Arsenal bermain dengan gaya khas mereka, lebih atraktif, lebih penuh flair,” tambah Hasselbaink.
Tekanan Semakin Besar di Tengah Persaingan Ketat
Komentar Hasselbaink ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis sepak bola. Di satu sisi, Mikel Arteta memang berhasil mengembalikan Arsenal ke persaingan papan atas dan tampil kompetitif di Eropa. Namun di sisi lain, sejarah dan identitas permainan klub menuntut pencapaian lebih dari sekadar posisi di puncak klasemen.
Tekanan terhadap Arteta kini semakin meningkat. Ia tidak hanya dituntut untuk membawa Arsenal meraih gelar juara, tetapi juga menyajikan permainan yang konsisten dengan filosofi menyerang dan menghibur yang telah lama melekat pada klub. Terlebih lagi, kekalahan Arsenal baru-baru ini dari AFC Bournemouth pada Sabtu, 11 April 2026, menjadi alarm bahaya karena Manchester City terus berpeluang mengejar ketertinggalan poin di puncak liga.