Kiper Lokal Timnas Indonesia Jadi Penghangat Bangku Cadangan?

Sejak hadirnya kiper naturalisasi, pemain lokal hanya jadi pelengkap di Timnas Indonesia. Bagaimana nasib mereka di era John Herdman?

Sejak kehadiran penjaga gawang naturalisasi, persaingan di posisi kiper Timnas Indonesia semakin ketat. Kiper-kiper lokal kini lebih sering menjadi pilihan kedua atau ketiga.

Di era kepelatihan sebelumnya, Maarten Paes dan Emil Audero menjadi andalan di bawah mistar gawang. Keduanya mampu menunjukkan performa yang memuaskan.

Kini, di bawah arahan pelatih baru John Herdman, nasib serupa tampaknya masih menghantui para kiper lokal. Mereka harus berjuang ekstra keras untuk merebut posisi dari kiper-kiper yang bermain di Eropa.

Berikut ulasan mengenai penampilan tiga kiper lokal yang dipanggil John Herdman untuk bergabung dengan Timnas Indonesia menjelang FIFA Series 2026:

Nadeo Argawinata

Nadeo Argawinata adalah salah satu kiper lokal paling berpengalaman di Timnas Indonesia. Ia telah mencatatkan 24 penampilan di berbagai ajang.

Di level klub, Nadeo tampil mengesankan bersama Borneo FC. Dari 24 pertandingan, ia berhasil mencatatkan delapan cleansheet.

Meski bukan yang terbanyak di BRI Super League, Nadeo memiliki statistik yang mumpuni. Ia menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak kedua (91 saves), hanya kalah dari Mike Hauptmeijer (97 saves).

Ernando Ari

Ernando Ari kembali mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia setelah lama absen. Terakhir kali, ia bermain melawan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di level domestik, Ernando mencatatkan 23 penampilan bersama Persebaya Surabaya, dengan tujuh cleansheet dan 27 kebobolan.

Secara statistik, Ernando mencatatkan 82 penyelamatan, menjadi yang terbanyak kedua di antara kiper lokal setelah Nadeo Argawinata.

Cahya Supriadi

Cahya Supriadi menjadi kejutan dalam pemanggilan kali ini. Kiper PSIM Yogyakarta ini baru pertama kali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia senior.

Sebelumnya, Cahya sempat dibawa Shin Tae-yong untuk Piala AFF 2024, saat skuad Garuda diisi pemain muda.

Bersama PSIM, Cahya mencatatkan delapan cleansheet dari 23 penampilan, dengan 30 kali kebobolan.

Kiper berusia 23 tahun ini juga mencatatkan 75 penyelamatan di BRI Super League 2025/2026, terbanyak ketiga di antara kiper lokal.

Recommended