Kondisi fisik juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, kembali menuai perhatian besar menjelang kelanjutan musim balap 2026. Performa pembalap asal Spanyol tersebut dinilai belum pulih seutuhnya dari cedera yang membekas.
Pandangan tersebut dilontarkan oleh mantan rival sengitnya, Andrea Dovizioso, seperti dikutip dari Bola. Dovizioso meyakini bahwa permasalahan fisik yang dihadapi Marquez jauh lebih pelik daripada yang tampak di luar.
Marquez diketahui sempat dibekap cedera bahu kompleks akibat kecelakaan di MotoGP Indonesia pada Oktober tahun lalu. Insiden itu memaksanya menepi hingga akhir musim, walaupun dirinya tetap berhasil mengamankan takhta juara dunia.
Memasuki kompetisi tahun 2026, pembalap bernomor 93 itu belum mampu menunjukkan performa puncaknya secara konsisten. Marquez bahkan mengakui kebugaran fisiknya masih menjadi kendala utama dalam mengarungi setiap seri balapan.
Dovizioso mengungkapkan bahwa publik belum sepenuhnya memahami situasi sulit yang melingkupi sang juara dunia. Karakter Marquez yang jarang mengeluh membuat banyak pihak cenderung meremehkan gangguan fisik yang dialaminya.
"Marc bukan pembalap yang suka mengeluh dan tidak pernah mencari alasan. Jadi, kondisi sebenarnya dan seberapa besar masalah yang ia hadapi sering kali tidak mendapat perhatian," ujar Dovizioso.
"Namun menurut saya, situasinya jauh lebih serius daripada yang terlihat."
Mantan pembalap asal Italia itu berargumen bahwa Marquez tidak pernah berada dalam kondisi kebugaran penuh, termasuk saat merebut gelar juara pada musim kompetisi lalu.
"Tahun lalu dia tetap bisa juara. Saya tidak tahu persentasenya, tetapi jelas dia tidak dalam kondisi penuh. Dia masih punya banyak hal yang harus diperbaiki secara fisik."
Dampak Keterbatasan Fisik di Lintasan Balap
Dovizioso menduga kecelakaan hebat di Indonesia kian memperparah keterbatasan jangka panjang pada lengan kanan Marquez. Masalah kronis tersebut dinilai sulit untuk dicarikan solusi medis yang instan.
Penurunan performa di Austin menjadi indikator kuat bagi Dovizioso mengenai kendala fisik tersebut. Sirkuit yang biasanya menjadi medan dominasi mutlak bagi Marquez kini gagal dikuasai dengan baik.
"Austin adalah konfirmasi jelas. Di tempat di mana dia biasanya bisa membuat perbedaan, kali ini dia tidak mampu."
Sepanjang tiga seri perdana MotoGP 2026, pembalap andalan tersebut memang belum berhasil mengamankan podium tertinggi pada balapan utama. Pencapaian terbaiknya sejauh ini barulah berupa kemenangan di sesi sprint dan satu podium sprint lainnya.
Di sisi lain, performa tim pabrikan Ducati juga belum sepenuhnya optimal karena masih berada di bawah bayang-bayang Aprilia. Tim kompetitor tersebut tampil mendominasi dengan menyapu bersih podium pertama dalam tiga seri pembuka musim ini.
Kendati demikian, penundaan jadwal balap di Qatar akibat konflik di Iran memberikan dampak positif bagi Marquez. Kalender balap yang menjadi lebih longgar memberikan waktu tambahan bagi sang pembalap untuk memulihkan kebugarannya menjelang MotoGP Spanyol.