Wamenperin Jajaki Kerja Sama Vokasi RI dengan Kampus Rusia

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menjajaki kemitraan pendidikan vokasi dengan St. Petersburg State University di Rusia pada akhir April 2026.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menjajaki kemitraan strategis antara sekolah tinggi vokasi Indonesia dengan St. Petersburg State University di Rusia pada akhir April 2026. Langkah ini bertujuan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) industri nasional agar memenuhi standar internasional.

Eksplorasi kolaborasi pendidikan tersebut dilakukan di sela agenda Indonesia-Russia Business and Investment Forum di St. Petersburg. Dilansir dari Medcom, forum ini menjadi bagian dari persiapan menuju pameran industri internasional INNOPROM 2026 yang akan digelar pada Juli mendatang.

"Indonesia tahun ini ditunjuk sebagai partner country INNOPROM. Tahun sebelumnya Arab Saudi dan tahun sebelumnya China. Menuju persiapan itu, ada business forum di St. Petersburg," kata Faisol Riza, Wamenperin, dalam siaran persnya pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kerja sama vokasi ini dinilai krusial seiring potensi masuknya investasi baru dari pengusaha Rusia ke tanah air. Sektor-sektor strategis yang menjadi incaran investor meliputi pembangunan galangan kapal hingga penyediaan bahan baku pupuk seperti fosfat dan kayu bagi PT Pupuk Indonesia.

Selain sektor manufaktur konvensional, perusahaan asal Moskow, Rosatom, menawarkan transfer teknologi melalui investasi pembangkit listrik tenaga nuklir terapung. Teknologi ini nantinya menempatkan fasilitas pembangkit di area laut yang berdekatan dengan daratan untuk menyuplai energi.

Wamenperin juga membidik pasar industri halal Rusia yang memiliki populasi muslim sekitar 25 juta jiwa. Produk kosmetik, fesyen, serta makanan dan minuman asal Indonesia diproyeksikan memiliki peluang besar untuk melakukan penetrasi pasar di negara tersebut.

Kunjungan kerja ini juga mencakup pembahasan pemenuhan suplai energi industri masa depan seperti LNG dan LPG melalui diskusi dengan RusChemAlliance LLC. Rusia menawarkan harga yang diklaim lebih kompetitif dibandingkan sumber LPG dari negara lain untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.

Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexei Gruzdev, menegaskan bahwa sinergi bilateral ini menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi kedua negara. Kemitraan ini diharapkan membuka akses bagi generasi muda Indonesia untuk eskalasi kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri global.

Recommended