Krisis Timur Tengah Hentikan Liga Iran, Pemain Asing Berjuang Keluar

Serangan udara AS dan Israel menghentikan Persian Gulf Pro League. Pemain asing, termasuk warga Spanyol, berupaya meninggalkan Iran.

Krisis militer di Timur Tengah berdampak signifikan pada sepak bola Iran. Liga Utama Iran, Persian Gulf Pro League 2025/2026, menunda seluruh pertandingan akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

AS melaporkan bahwa pemain lokal dan pemain asing berjuang untuk meninggalkan Iran. Beberapa pemain asing tersebut adalah warga negara Spanyol yang bermain di klub-klub di Teheran.

Dua staf asal Spanyol, Pepe Losada (pelatih kebugaran) dan Emilio Alvarez (pelatih kiper), yang bekerja di Persepolis, berada di Isfahan untuk mempersiapkan pertandingan pada Jumat (27-2-2026). Namun, mereka mendapati bandara kosong setibanya di sana.

Ruang udara Iran ditutup total keesokan harinya, sehingga Losada dan Alvarez harus kembali ke Teheran melalui perjalanan darat dengan bus. Sementara itu, Munir El Haddadi, mantan penyerang Barcelona yang bermain untuk Esteghlal Teheran, sudah berada di pesawat pada Sabtu (28-2-2026) ketika serangan dimulai dan terpaksa turun kembali.

Munir dikabarkan tertahan di bandara Teheran dan belum bisa meninggalkan negara itu. Esteghlal disebut sedang mengupayakan agar Munir bisa keluar dari Iran melalui jalur darat ke Turki, mengingat jarak dari Teheran ke perbatasan Turki di Bazargan sekitar 1.300 hingga 1.500 mil.

Antonio Adan, mantan kiper Real Madrid, Real Betis, dan Atletico Madrid yang juga bermain untuk Esteghlal, berhasil keluar dari Iran dengan salah satu penerbangan terakhir sebelum penutupan ruang udara.

Pemerintah Spanyol telah menghubungi sekitar 150 warga negaranya di Iran, meminta mereka untuk terus berkomunikasi. Pihak berwenang meminta Losada dan Alvarez untuk segera melapor setibanya di Teheran agar rencana evakuasi dapat disusun.

Operasi evakuasi diperkirakan baru bisa dilaksanakan dalam tiga hingga empat hari ke depan, tergantung pada situasi di Iran. Konflik militer ini bukan pertama kalinya mengganggu Persian Gulf Pro League. Musim lalu, liga tersebut terhenti akibat Perang Dua Belas Hari.

Recommended