Sejumlah perempuan kini aktif menjalankan profesi sebagai kurir pengantar paket di tengah tantangan lapangan yang dinamis untuk mendukung keberlangsungan industri logistik nasional. Berdasarkan siaran pers yang dirilis pada Kamis (23/4/2026), keterlibatan pekerja perempuan di sektor ini terus menunjukkan tren positif.
Data internal menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 25 persen karyawan di Lion Parcel adalah perempuan. Angka tersebut mencakup berbagai posisi mulai dari staf lapangan hingga jabatan strategis di tingkat manajerial, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Putri, salah satu kurir di Lion Parcel, memutuskan untuk melanjutkan profesi ibunya yang telah bekerja selama lima tahun di bidang yang sama. Setiap hari ia harus menembus kemacetan dan masuk ke gang-gang sempit untuk memastikan paket sampai ke tangan pelanggan tepat waktu.
"Dulu sering ikut dan bantu mama antar paket, sekarang lanjut sendiri," ujar Putri, Kurir Lion Parcel. Ia mengaku mantap memilih jalan ini sebagai profesi penuh waktu sejak satu tahun terakhir demi menggantikan peran ibunya yang mengalami penurunan kesehatan.
Tantangan yang dihadapi para kurir perempuan ini cukup beragam, mulai dari respons terkejut pelanggan hingga perlakuan yang kurang menyenangkan. Nuraini (29), kurir lainnya, mengungkapkan bahwa ia kerap menemui pelanggan yang bersikap terlalu personal namun ia memilih tetap fokus pada pekerjaannya.
Aspek fleksibilitas waktu menjadi alasan utama bagi para ibu untuk terjun ke profesi ini. Nuraini yang memiliki tiga anak menyatakan bahwa jadwal kerja yang fleksibel memudahkannya untuk tetap menjalankan peran dalam keluarga di sela-sela kesibukan pengantaran barang.
Tiara (34) sempat menghadapi keraguan dari pihak keluarga di awal kariernya karena pandangan sebelah mata terhadap profesi kurir perempuan. Namun, pembuktian kenyamanan dan dukungan lingkungan kerja yang suportif akhirnya membuat keluarganya memberikan dukungan penuh.
Pihak perusahaan memberikan dukungan melalui program pelatihan berkala dan ruang interaksi formal guna memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh pekerja. Inisiatif ini dirancang agar kurir dapat saling berbagi pengalaman lapangan dan memahami prosedur operasional standar secara menyeluruh.
Forum silaturahmi rutin juga diadakan untuk menyerap masukan dari para kurir di lapangan. Langkah ini diambil sebagai komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan berkembang yang setara bagi pria maupun perempuan di sektor logistik.