Kurniawan Dwi Yulianto Siapkan Timnas U-17 Indonesia Berbasis Pemain Lokal untuk Piala AFF 2026

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto fokus memberdayakan pemain lokal Timnas U-17 Indonesia di Piala AFF 2026, dengan sentuhan pengalaman dari Como 1907.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, memilih untuk mengandalkan talenta lokal binaan klub-klub Tanah Air dalam menghadapi Piala AFF U-17 2026. Keputusan ini, yang hanya menyertakan satu pemain blasteran Prancis-Indonesia, Noah Leo Duvert, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Strategi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembinaan pemain muda di Indonesia, dilansir dari Bola.

Ajang Piala AFF U-17 2026 akan berlangsung di Jawa Timur, dengan Stadion Gelora Joko Samudro Gresik dan Stadion Gelora Delta Sidoarjo sebagai lokasi pertandingan Grup A. Timnas Indonesia U-17 akan bersaing dengan Timor Leste U-17, Malaysia U-17, dan Vietnam U-17. Skuad Garuda Muda harus menargetkan posisi juara grup atau runner-up terbaik agar dapat melaju ke babak semifinal.

Skuad Timnas Indonesia U-17 saat ini terdiri dari 24 pemain. Kurniawan Dwi Yulianto melakukan pencoretan terhadap tujuh pemain yang sebelumnya diuji coba saat melawan China U-17 pada Februari lalu. Eks striker Timnas Indonesia ini juga memasukkan kiper Abdillah Ishak untuk menggantikan Moh. Fahrizal sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi lokal.

Gusnul Yakin, seorang pengamat sepak bola senior, memuji langkah Kurniawan Dwi Yulianto. "Langkah Kurniawan Dwi Yulianto ini harus diapresiasi. Karena dia berani mengambil risiko dengan memakai pemain murni lokal," katanya, seraya menambahkan bahwa kesempatan lebih banyak harus diberikan kepada pemain lokal di Timnas Indonesia.

Menurut Gusnul Yakin, keputusan untuk lebih banyak menggunakan pemain lokal akan berdampak besar pada semangat pembinaan usia muda. Prospek jenjang karier pemain menjadi lebih jelas, memicu motivasi lebih tinggi bagi para pembina dan pemain muda. Ia menekankan pentingnya tidak hanya melihat dari kemenangan, tetapi juga kualitas dan pengalaman bertanding internasional para pemain.

Kurniawan Dwi Yulianto bertekad membawa sentuhan baru ke dalam timnya dengan menerapkan pengalaman dan ilmu yang didapat selama menimba karier kepelatihan di klub Italia, Como 1907. Pendekatan dari Eropa ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas skuad Garuda Asia.

Persiapan dan Mentalitas Pemain

Pelatih berusia 49 tahun tersebut secara intensif mematangkan kesiapan tim. Uji coba internasional, seperti di Thailand, memberikan pengalaman berharga bagi pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan level internasional. "Kemarin kami juga sudah sempat menjalani uji coba di Thailand. Tentu ada hal positif yang kami dapatkan, terutama terkait mental bertanding di level internasional," ujar Kurniawan, dikutip dari Kompas.com.

Pengalaman bertanding di luar negeri sangat penting karena tekanan kompetisi internasional berbeda dengan turnamen lokal. Kurniawan memberi perhatian khusus pada aspek mentalitas dan pola pikir pemain, agar mereka memiliki karakter kuat dan konsisten di bawah tekanan. Intensitas permainan juga menjadi fokus utama, karena tempo di turnamen internasional menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi.

Kurniawan pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Como U-19 pada 2021 hingga 2023, bahkan bekerja bersama Cesc Fabregas. Pengalaman ini kini diadaptasi untuk membangun fondasi kuat di Timnas U-17 Indonesia, terutama dalam hal ketahanan pikiran dan intensitas di lapangan.

"Pasti, terutama dalam hal pola pikir pemain dan mentalitas. Yang paling saya tekankan adalah intensitas bermain," kata Kurniawan, seperti diberitakan oleh tvOnenews.com. Ia menambahkan bahwa turnamen yang dihadapi bukan lagi kompetisi lokal, melainkan Piala ASEAN U-17 dan ke depan Piala Asia U-17 2027.

PSSI menargetkan tim untuk melaju melampaui babak penyisihan grup sebagai persiapan menuju Piala Asia di Arab Saudi. Keberhasilan di turnamen ini juga dipandang sebagai batu pijakan penting untuk mengejar mimpi besar kembali tampil di Piala Dunia.

Recommended