Memahami Sejarah dan Makna Mendalam Tradisi Mudik Lebaran

Mudik bukan hanya sekadar pulang kampung, namun juga menjaga hubungan kekeluargaan dan tradisi yang mengakar kuat di Indonesia.

Mudik telah menjadi tradisi tahunan yang tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Jutaan orang berbondong-bondong melakukan perjalanan dari kota tempat mereka bekerja menuju kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga.

Kepala Pusat Riset Masyarakat dan Budaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aulia Hadi, mengungkapkan bahwa asal-usul tradisi mudik di Indonesia belum dapat dipastikan secara tepat. Namun, beberapa ahli menduga bahwa praktik pulang kampung ini telah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara.

"Tidak ada data spesifik yang menjelaskan sejak kapan mudik dimulai. Tetapi sejumlah pakar menyebut fenomena pulang ke kampung halaman ini sudah ada sejak zaman kerajaan di Nusantara," jelas Aulia dikutip dari laman brin.go.id, Selasa, 17 Maret 2026.

Tradisi mudik semakin menguat pada era modern, terutama sejak tahun 1970-an seiring dengan meningkatnya industrialisasi dan urbanisasi. Banyak penduduk desa yang hijrah ke kota-kota besar untuk mencari pekerjaan, menciptakan pola mobilitas baru di mana mereka bekerja di kota namun tetap menjaga hubungan dengan kampung halaman.

Pada momen-momen tertentu seperti Lebaran, para perantau ini kembali ke kampung halaman untuk merayakan bersama keluarga.

Fenomena mudik tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara dengan populasi besar dan wilayah luas seperti Tiongkok, India, dan Amerika Serikat juga memiliki tradisi serupa pada momen-momen tertentu. Di Tiongkok, terjadi mobilitas besar saat Tahun Baru Imlek yang dikenal sebagai Chunyun. Sementara di India, mobilitas besar terjadi saat festival Diwali, dan di Amerika Serikat saat Thanksgiving dan Natal.

Kesamaan dari berbagai fenomena tersebut adalah adanya mobilitas pekerja yang meninggalkan daerah asal untuk bekerja di kota lain. Ketika hari besar tiba, mereka kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga.

Di Indonesia, mudik memiliki makna sosial yang sangat kuat, terutama dalam menjaga hubungan kekeluargaan. Masyarakat Indonesia memiliki budaya komunal yang menekankan pentingnya hubungan sosial dan kekerabatan.

"Makna sosial terbesar mudik adalah menjaga relasi keluarga dan ikatan kekerabatan, terutama dengan orang tua dan keluarga besar," ujar Aulia.

Momen Lebaran dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Para perantau juga dapat bernostalgia dengan mengunjungi rumah lama, bertemu teman masa kecil, dan melihat perubahan di daerah asal.

Mudik juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan cerita antara perantau dan keluarga di kampung halaman. Pertukaran cerita tersebut dapat memunculkan imajinasi dan mimpi baru bagi generasi muda di daerah.

Dari sisi ekonomi, mudik membawa dampak yang signifikan bagi daerah asal. Para perantau membawa oleh-oleh, memberikan uang kepada kerabat, atau mengadakan acara keluarga yang menciptakan perputaran uang di masyarakat.

"Secara tidak langsung mudik juga menggerakkan ekonomi, karena para perantau biasanya membawa uang, oleh-oleh, dan berbagi dengan keluarga di kampung halaman," jelas Aulia.

Peran Religiositas dalam Tradisi Mudik

Faktor religiositas juga memperkuat tradisi mudik di Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam menjadikan Idulfitri sebagai momen penting untuk berkumpul bersama keluarga.

"Momen Lebaran menandai kemenangan setelah sebulan beribadah Ramadan. Lebaran menjadi kombinasi unik yang merepresentasikan religiositas atau spiritualitas (puasa, zakat, sedekah, dan sholat Id) dengan tradisi kultural (mudik, berbagi amplop, serta ketupat dan opor) yang menguatkan kekerabatan," jelas Aulia.

Pertemuan fisik saat mudik tidak dapat digantikan oleh teknologi. Interaksi seperti berjabat tangan, memeluk orang tua, atau mencium tangan memiliki makna emosional tersendiri.

Sebagai penutup, Aulia mengingatkan para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, terutama menjaga kesehatan dan keselamatan selama di perjalanan.

"Mudik itu tujuannya untuk bertemu keluarga dan mempererat hubungan, jadi yang paling penting adalah tetap berhati-hati selama perjalanan, agar bisa sampai tujuan dengan selamat," pesan dia.

Recommended