Kurniawan Dwi Yulianto Tegaskan Piala AFF U-17 Bukan Turnamen Biasa

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, memandang Piala AFF U-17 2026 sebagai gerbang penting menuju impian para pemain muda.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyatakan bahwa ajang Piala AFF U-17 2026 memiliki arti penting. Kompetisi ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan dianggap sebagai langkah awal krusial bagi para pemain muda menuju puncak karier impian mereka di sepak bola.

Timnas Indonesia U-17 yang berjuluk Garuda Asia, akan berkompetisi di Grup A bersama dengan lawan-lawan tangguh. Selain Timor Leste dan Malaysia, mereka juga akan menghadapi Vietnam, tim yang telah tiga kali meraih juara dalam turnamen tersebut.

Meskipun banyak pihak yang meyakini Timnas U-17 dapat melaju ke babak semi-final, Kurniawan Dwi Yulianto memilih untuk tetap merendah. Pelatih berusia 49 tahun itu menilai bahwa persaingan di level usia dini masih sangat merata. Ia pun menegaskan keseriusan dalam menyiapkan timnya menghadapi kompetisi ini, seperti dilansir dari Bola.

Sebagai bentuk keseriusan persiapan, Timnas U-17 telah menjalani latih tanding melawan Thailand. Kurniawan menjelaskan, pertandingan internasional sangat penting bagi para pemain yang sebagian besar berasal dari kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Hal ini disebabkan intensitas pertandingan di level internasional sangat berbeda dengan kompetisi domestik.

"Tentu ada hal positif yang kita dapatkan terutama terkait mental pertandingan Internasional. Selama mereka berkompetisi di EPA tentu tekanannya akan berbeda," ungkapnya.

Pengalaman Kurniawan Dwi Yulianto sebagai staf pelatih di klub Serie A Italia, Como, menjadi bekal berharga yang diaplikasikan dalam melatih Timnas U-17. Ia terlibat langsung dalam pembentukan disiplin taktik pemain muda di Italia.

Nilai-nilai profesionalisme yang didapatkan dari Como ini menjadi fondasi yang coba ditanamkan kepada anak didiknya. Kurniawan ingin para pemain memahami bahwa sepak bola internasional menuntut efisiensi dan intensitas tinggi dalam bermain.

"Pasti ya terutama masalah pola pikir pemain kemudian mentalitas manusia. Dan yang paling-paling saya tekankan intensitas bermain," kata pelatih yang dijuluki Si Kurus itu.

Kedewasaan dalam Bermain Kunci Sukses

Selain bakat teknis, Kurniawan Dwi Yulianto memahami bahwa ketangguhan mental merupakan pembeda utama di level internasional. Kemampuan bangkit dari tekanan sangat menentukan antara kemenangan dan kekalahan.

Mentalitas yang dimaksud bukan sekadar keberanian bertarung selama 90 menit, melainkan juga kedewasaan dalam membuat keputusan di lapangan. Bagi Kurniawan, Piala AFF U-17 menjadi "laboratorium" untuk membentuk mentalitas dan semangat tinggi para pemain muda Indonesia di panggung internasional.

"Karena turnamen yang kami hadapi bukan lagi kompetisi lokal, tetapi Piala ASEAN U-17 dan Piala Asia U-17 2027, tentu intensitas bermain ini sangat penting," tegasnya.

Recommended