Lamborghini memutuskan untuk membatalkan rencana peluncuran mobil listrik (EV) produksi massalnya. Keputusan ini diambil karena rendahnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik di segmen supercar premium.
Stephan Winkelmann, CEO Lamborghini, menyatakan bahwa perusahaan belum siap sepenuhnya beralih ke mobil listrik. Menurutnya, minat terhadap teknologi nol emisi di kalangan konsumen Lamborghini sangat minim.
Model listrik yang sebelumnya direncanakan berbasis konsep Lamborghini Lanzador, kini dibatalkan. Perusahaan memilih untuk memperkuat lini plug-in hybrid.
Winkelmann berpendapat bahwa pelanggan Lamborghini mencari pengalaman emosional dari desain, performa, pengendalian, serta suara mesin V8 atau V12, bukan sekadar alat transportasi.
Lamborghini melihat teknologi plug-in hybrid sebagai solusi transisi yang ideal. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik memberikan performa instan dari tenaga baterai tanpa menghilangkan karakter suara dan sensasi berkendara.
Urus Tetap Hybrid
Keputusan strategis ini berdampak pada masa depan Lamborghini Urus. SUV performa tinggi ini sebelumnya direncanakan menjadi EV penuh pada 2029, namun rencana itu dibatalkan.
Urus merupakan model terlaris Lamborghini, mencatat rekor penjualan 10.747 unit secara global pada tahun lalu. Winkelmann menilai bahwa mempertaruhkan model terlaris pada teknologi yang belum tentu diterima pasar merupakan risiko besar.
Investasi miliaran dolar untuk EV saat ini dinilai sebagai "hobi yang mahal" dan tidak bertanggung jawab secara finansial terhadap karyawan maupun pemegang saham, kata Winkelmann.
Siap Hadapi Regulasi Emisi
Meskipun menunda EV murni, Lamborghini tetap bersiap menghadapi regulasi emisi yang semakin ketat menjelang 2030. Seluruh lini model saat ini, termasuk Lamborghini Temerario dan Lamborghini Revuelto, telah mengadopsi teknologi hybrid.
Winkelmann menegaskan bahwa pintu untuk mobil listrik sepenuhnya belum tertutup. Ia menyatakan "jangan pernah berkata tidak akan pernah", namun menekankan bahwa waktu dan kesiapan pasar harus menjadi pertimbangan utama.