Lamine Yamal terus membuktikan diri sebagai talenta muda paling menjanjikan di sepak bola saat ini. Pemain muda Barcelona ini mencetak gol spektakuler saat melawan Athletic Club di La Liga, Sabtu lalu.
Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan bagi timnya, tetapi juga menandai gol ke-50 Yamal di level senior. Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat usianya yang masih 18 tahun.
Yamal terus mencuri perhatian sejak menembus tim utama Barcelona. Hampir setiap pertandingan, pemain dengan nomor punggung 10 ini selalu menciptakan momen penting yang mengingatkan publik akan usianya yang masih muda.
Gol ke gawang Athletic Club adalah contoh terbarunya. Ketika pertandingan masih imbang, Yamal muncul dengan aksi khasnya.
Gol tersebut bermula saat Yamal menusuk dari sisi kanan dan memotong ke dalam dengan kaki kiri. Gerakan ini telah menjadi andalannya sejak di level junior Barcelona.
Dengan sentuhan cepat, ia melepaskan tembakan melengkung yang meluncur deras ke sudut gawang. Bola melewati jangkauan kiper Athletic Club, Unai Simón, dan membentur mistar sebelum masuk ke gawang.
Setelah mencetak gol, Yamal merayakannya dengan membentuk angka 304 dengan tangannya, sebagai penghormatan kepada kode pos Rocafonda, tempat ia dibesarkan.
Gol itu merupakan gol ke-50 Yamal di level senior, yang dicetak pada usia 18 tahun 237 hari.
Lebih Cepat dari Messi dan Ronaldo
Pencapaian Yamal terasa semakin istimewa jika dibandingkan dengan legenda sepak bola lainnya. Lionel Messi baru mencapai 50 gol saat berusia lebih dari dua tahun lebih tua dari Yamal. Cristiano Ronaldo bahkan harus menunggu hingga usia 21 tahun.
Kylian Mbappé baru mencapai 50 gol senior ketika berusia 19 tahun 28 hari. Data ini menegaskan bahwa karier Yamal berada di jalur yang istimewa.
Musim Paling Produktif Yamal
Musim ini menjadi periode paling produktif bagi Yamal sejak menembus tim utama Barcelona. Ia telah melampaui catatan gol musim lalu.
Meskipun bermain lebih sedikit menit dibandingkan musim sebelumnya, Yamal telah mencetak 19 gol di semua kompetisi, termasuk 14 gol di La Liga. Catatan ini mendekatkannya dengan rekor pemain 18 tahun paling produktif dalam sejarah kompetisi.
Rekor tersebut saat ini dipegang oleh legenda Real Madrid, Raúl González, yang mencetak 19 gol di La Liga pada musim 1995-96 saat berusia 18 tahun.
Kisah Raúl yang Awalnya Diragukan
Perjalanan Raúl menuju status legenda Real Madrid tidak selalu mulus. Ángel Cappa, asisten pelatih Jorge Valdano saat itu, mengenang bahwa Raúl terlihat biasa saja dalam sesi latihan ketika pertama kali bergabung dengan tim utama.
"Raúl membawa bola dengan buruk, menggiring bola juga buruk, tidak bisa menyundul bola, dan tendangannya juga buruk," kenang Cappa dalam buku karya Sid Lowe, Fear and Loathing in La Liga.
Cappa bahkan sempat meragukan kualitas Raúl jika hanya dilihat dari kemampuan teknisnya. "Jika Anda membuat daftar kualitas yang terlihat untuk memahami seperti apa dia, hampir tidak ada yang menonjol," ujar Cappa.
Namun, semua berubah ketika pertandingan dimulai. "Saat pertandingan berjalan, dia membawa bola dengan baik, menggiring bola secara luar biasa, bisa menyundul, dan mencetak ribuan jenis gol. Tiba-tiba dia menjadi sempurna."
Bakat Yamal Terlihat Sejak Usia 15
Berbeda dengan Raúl, bakat Lamine Yamal sudah terlihat jelas sejak usia sangat muda. Robert Lewandowski mengingat momen pertama kali melihat Yamal berlatih bersama tim utama.
"Saya melihatnya pada sesi latihan pertama. Saat itu Lamine baru berusia 15 tahun," kenang Lewandowski. Ia langsung menyadari bahwa pemain muda tersebut memiliki sesuatu yang sangat istimewa.
"Dia bermain melawan bek kiri yang sudah berpengalaman dan melakukan apa pun yang dia inginkan. Saya sudah melihat banyak pemain bagus, tetapi mereka biasanya membutuhkan waktu. Dengan Lamine, saya melihat sesuatu yang tidak membutuhkan waktu. Saya belum pernah melihat talenta seperti itu pada usia tersebut."
Rekor Raúl Jadi Target Berikutnya
Dengan 11 pertandingan tersisa di La Liga musim ini, Yamal berpeluang besar untuk mengejar rekor Raúl. Jika berhasil mencetak lima gol tambahan, ia akan menjadi pemain 18 tahun paling tajam dalam sejarah kompetisi.
Raúl tetap bisa berbangga meskipun rekornya terpecahkan. Ia bukan figur besar pertama yang rekornya terancam oleh kehadiran Lamine Yamal.