Manajer Coventry City Frank Lampard menegaskan dirinya tidak berminat membahas spekulasi kembali ke Chelsea pada konferensi pers jelang laga melawan Wrexham, Jumat (24/4/2026). Penegasan tersebut muncul seiring kosongnya kursi pelatih di Stamford Bridge usai pemecatan Liam Rosenior.
Kekosongan posisi manajer di klub London Barat itu terjadi setelah performa buruk tim yang menderita lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol. Dilansir dari Bola, manajemen Chelsea saat ini telah menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga kompetisi musim ini berakhir.
Lampard memilih untuk menjaga jarak dari situasi mantan klubnya tersebut demi menghormati sesama rekan manajer. Ia menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini hanyalah membawa Coventry City bersaing di level tertinggi setelah sebelumnya sukses meraih promosi.
"Saya benar-benar tidak ingin membicarakan Liam dan Chelsea, karena saya pernah berada di posisi itu. Saya tidak ingin terlalu banyak berkomentar tentang manajer lain karena ada banyak konteks di balik layar," kata Frank Lampard, Manajer Coventry City.
Legenda The Blues tersebut menambahkan bahwa memberikan penilaian terhadap kondisi Chelsea saat ini dirasa tidak menghormati pihak-pihak terkait. Ia menekankan bahwa statusnya sebagai pelatih Coventry membuatnya ingin menikmati momen keberhasilan yang tengah dirasakan klubnya.
Meskipun mengakui Chelsea tetap memiliki tempat spesial dalam hidupnya, Lampard menyebut urusan klub tersebut bukan lagi tanggung jawabnya. Ia memahami tekanan besar yang dihadapi pelatih di klub sebesar itu, terutama saat hasil di lapangan tidak sesuai harapan.
Ketua Coventry City Doug King dilaporkan tidak merasa khawatir akan kehilangan manajernya tersebut di tengah rumor yang beredar. Posisi Lampard dinilai sangat stabil setelah berhasil mempersembahkan gelar juara di kompetisi Championship musim sebelumnya.
Peluang kembalinya Lampard ke London dinilai sangat kecil mengingat catatan periode keduanya yang kurang sukses pada tahun 2023. Saat ini, fokus sang manajer sepenuhnya tertuju pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya di kompetisi domestik.