Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai C2C ke Kendaraan Listrik

Leapmotor memperkenalkan teknologi baterai C2C yang mengintegrasikan sel langsung ke struktur kendaraan listrik, meningkatkan efisiensi ruang.

Leapmotor terus berinovasi dengan memperkenalkan teknologi baterai Cell-to-Chassis (C2C) yang mengintegrasikan sel langsung ke struktur kendaraan listrik. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan performa kendaraan.

Berbeda dengan sistem konvensional cell-to-module-to-pack, teknologi C2C menjadikan sel baterai sebagai bagian integral dari struktur kendaraan. Dengan menghilangkan lapisan modul, sel baterai terintegrasi langsung ke dalam rangka kendaraan.

Integrasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai elemen struktural, yang memungkinkan peningkatan efisiensi ruang baterai hingga sekitar 91 persen. Selain itu, jumlah komponen dalam sistem baterai berkurang, mendukung desain kendaraan yang lebih ringkas.

Teknologi C2C juga berdampak pada aspek struktural kendaraan. Integrasi baterai ke dalam rangka meningkatkan kekakuan bodi atau torsional rigidity, berkontribusi pada stabilitas berkendara serta keselamatan.

Leapmotor terus mengembangkan teknologi ini melalui generasi terbaru C2C 2.0, menghadirkan integrasi sistem kendaraan yang lebih tinggi. Sistem ini didukung manajemen baterai cerdas untuk memantau performa dan keamanan secara real-time.

Teknologi C2C telah diterapkan pada sejumlah model kendaraan listrik Leapmotor, seperti Leapmotor C01, Leapmotor C11, serta Leapmotor C10 yang dikembangkan dengan arsitektur kendaraan listrik terintegrasi.

Leapmotor menjalin kolaborasi strategis dengan Stellantis untuk memperluas pengembangan serta distribusi kendaraan listrik secara global.

Inovasi teknologi baterai seperti C2C menjadi salah satu arah penting dalam evolusi desain otomotif seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik. Leapmotor menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kendaraan listrik yang lebih efisien, stabil, dan berteknologi tinggi guna mendukung mobilitas berkelanjutan.

Recommended