Permintaan tinggi terhadap Jaecoo J5 EV mendorong pabrikan untuk mempercepat proses distribusi. Hal ini dilakukan agar konsumen dapat segera memiliki mobil listrik yang mereka inginkan.
Sejak pengumuman harga resmi pada November lalu, J5 EV telah mengumpulkan lebih dari 10.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Lebih dari 7.000 unit telah dikirimkan kepada konsumen di seluruh Indonesia.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan setiap unit sampai ke tangan konsumen secepatnya, dengan target mencapai 10.000 unit terdistribusi sebelum hari raya Idul Fitri 2026,” kata Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, pada Minggu (9-3-2026) di Kuningan Jakarta.
Penjualan J5 EV menunjukkan performa positif di pasar otomotif nasional. Data retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan J5 EV sebanyak 1.942 unit pada Januari 2026, yang kemudian meningkat menjadi 2.926 unit pada Februari.
Untuk meningkatkan jumlah produksi, Jaecoo menambah fasilitas perakitan di pabrik milik Inchcape yang berlokasi di Wanaherang, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, J5 EV telah dirakit di pabrik milik PT Handal Indonesia Motor.
Senior PR Manager Inchcape Indonesia, Thio Adynata, menyampaikan bahwa Inchcape Indonesia telah menandatangani perjanjian manufaktur dengan Chery Motor Indonesia untuk memproduksi kendaraan mereka di tahun 2026.
"Untuk kapasitas produksi manufaktur Inchcape, kita akan selalu bisa menyesuaikan dengan kondisi permintaan," ucap Thio.
Dengan penambahan ini, grup Chery bergabung dengan Mercedes-Benz dan GWM di pabrik milik Inchcape.
"Kami secara berkelanjutan melakukan peninjauan dan optimalisasi terhadap aktivitas manufaktur dan perakitan guna memastikan efisiensi dan keberlanjutan, tanpa mempengaruhi kegiatan perakitan masing-masing merek tersebut," tutup Thio.