Lewis Hamilton, pembalap veteran, akhirnya berhasil meraih podium pertamanya bersama Scuderia Ferrari. Pencapaian ini diraih setelah finis di posisi tiga besar pada Chinese Grand Prix.
Hasil ini menjadi momen penting bagi Hamilton, terutama setelah menjalani musim debut yang penuh tantangan bersama Ferrari pada 2025. Meskipun begitu, ia sempat mencatatkan pole position dan kemenangan pada Sprint Race di Shanghai.
Memasuki musim baru, Hamilton menunjukkan semangat baru. Setelah tampil cukup baik di Australian Grand Prix, ia kembali menunjukkan performa solid di Shanghai.
Pembalap berusia 41 tahun ini bahkan berhasil mengungguli rekan setimnya, Charles Leclerc. Ia mengamankan podium perdananya bersama Ferrari, sekaligus menjadi podium ke-203 dalam karier Formula 1 yang telah berjalan lebih dari dua dekade.
Hamilton merasa bahwa hasil ini menandakan kembalinya dirinya ke kondisi terbaik, baik secara mental maupun fisik.
"Saya benar-benar merasa kembali ke kondisi terbaik saya, baik secara mental maupun fisik," ujar Hamilton.
Ia menjelaskan bahwa persiapan selama jeda musim dingin menjadi faktor penting yang membantunya kembali tampil kompetitif.
"Program latihan musim dingin kali ini adalah yang paling berat dan paling intens sepanjang karier saya. Mungkin itu juga karena usia saya yang semakin bertambah, sehingga proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama," kata Hamilton.
Hamilton juga menyoroti kerja sama yang semakin solid dengan tim Ferrari di Maranello serta hubungan yang semakin baik dengan insinyur barunya. Komunikasi yang lebih terbuka membuatnya merasa lebih terlibat dalam pengembangan mobil musim ini.
"Saya sangat berterima kasih karena tim benar-benar mendengarkan apa yang saya inginkan dari mobil. Itu membuat kami merasa bergerak ke arah yang sama," ujar Hamilton.
Podium yang Ditunggu Lama
Hamilton mengakui bahwa podium bersama Ferrari ini datang lebih lambat dari yang ia harapkan. Bahkan, musim lalu menjadi kali pertama dalam kariernya di Formula One ia gagal meraih podium.
Namun, pembalap asal Inggris itu menegaskan bahwa ia tetap mempertahankan kepercayaan diri dan sikap mental positif sejak awal musim.
"Saya datang ke musim ini dengan kepercayaan diri yang dulu saya miliki. Saya terus mendorong diri untuk meraih podium karena sekarang itu terasa jauh lebih sulit dibandingkan sebelumnya," jelasnya.
Dalam era mobil ground-effect saat ini, Hamilton hanya meraih dua kemenangan balapan. Kemenangan terakhirnya terjadi saat masih membela Mercedes-AMG Petronas Formula One Team pada Belgian Grand Prix 2024.
Meski begitu, awal musim yang cukup menjanjikan bersama Ferrari membuat Hamilton merasa peluang untuk kembali meraih kemenangan kini semakin dekat.
"Saya merasa kemenangan kini lebih terlihat dibandingkan sebelumnya. Tahun lalu rasanya sangat jauh dari jangkauan," ujar Hamilton.
Ferrari Masih Butuh Peningkatan Besar
Meskipun meraih hasil positif, Hamilton mengakui Ferrari masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk bisa bersaing dengan rival utama mereka, Mercedes-AMG Petronas Formula One Team.
Ia menilai perbedaan performa, terutama dalam hal tenaga mesin dan efisiensi mobil, masih cukup signifikan.
"Dalam kondisi balapan, mereka masih sekitar empat hingga lima persepuluh detik lebih cepat dari kami. Itu selisih yang sangat besar," kata Hamilton.
Menurutnya, Ferrari membutuhkan peningkatan besar pada aspek downforce, efisiensi, serta tenaga mesin untuk benar-benar bisa menutup jarak tersebut.
Meski demikian, Hamilton tetap optimistis tim yang berbasis di Maranello mampu melakukan perbaikan signifikan sepanjang musim ini.
"Saya sangat percaya dengan semua orang di Maranello. Ini bukan sesuatu yang mustahil untuk dikejar. Forza Ferrari, kami hanya perlu terus bekerja keras," tegas Hamilton.