Masa depan Lewis Hamilton, juara dunia Formula 1 tujuh kali, kembali menjadi sorotan dengan adanya dorongan untuk menjajaki karier di luar arena balap mobil, khususnya setelah musim 2026.
Spekulasi muncul seiring tekanan yang dihadapi Hamilton di Scuderia Ferrari, di mana performanya belum memenuhi ekspektasi. Sementara itu, dunia olahraga menantikan Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan dan Cortina d'Ampezzo.
Sebuah wacana mengejutkan muncul, yaitu kemungkinan Hamilton mencoba cabang olahraga bobsleigh. Tim bobsleigh Jamaika menyatakan ketertarikannya pada Hamilton jika ia ingin mencoba olahraga tersebut setelah kariernya di F1.
Ketertarikan ini bukan tanpa dasar. Hamilton pernah mengungkapkan rasa penasarannya terhadap bobsleigh. Atlet Jamaika, Tyquendo Tracey, percaya bahwa pengalaman Hamilton mengendalikan mobil balap bisa menjadi modal penting sebagai pilot bobsleigh, yang membutuhkan ketenangan, kecepatan reaksi, dan kemampuan membaca jalur.
Meskipun wacana pindah cabang olahraga menarik, Hamilton masih terikat kontrak dengan Ferrari hingga akhir musim 2026, dengan opsi perpanjangan. Hal ini membuat kepindahan dalam waktu dekat kecil kemungkinannya. Ferrari diyakini berpotensi tampil kompetitif pada musim 2026, sehingga Hamilton berpeluang mengejar gelar juara dunia kedelapan.
Hamilton juga fokus pada musim Formula 1 yang akan segera dimulai. Ia diyakini ingin membuktikan diri di level tertinggi balap mobil.
Peluang ke Olimpiade di Masa Depan
Peluang Hamilton tampil di Olimpiade Musim Dingin tetap terbuka, mengingat Olimpiade berikutnya setelah 2026 baru akan digelar pada 2030. Tim bobsleigh Jamaika tampaknya siap menunggu jika Hamilton tertarik mencoba tantangan baru.
Perubahan karier akan menjadi langkah besar bagi Hamilton. Namun, dengan reputasi dan pengalamannya, banyak yang percaya ia mampu beradaptasi di olahraga lain. Untuk saat ini, fokus Hamilton tetap pada Formula 1 dan Ferrari. Namun, wacana tampil di Olimpiade Musim Dingin membuat dunia olahraga penasaran dengan kemungkinan di masa depan.