Lionel Messi terus menunjukkan performa gemilang di usia 38 tahun. Terbaru, ia melampaui rekor legenda sepak bola Brasil, Pele, dalam jumlah gol tendangan bebas.
Gol tendangan bebas ke-71 sepanjang kariernya tersebut dicetak Messi saat Inter Miami berhadapan dengan New York City FC (NYCFC) di Yankee Stadium. Pertandingan itu sendiri berlangsung pada hari Minggu waktu setempat.
Dalam pertandingan tersebut, Messi menjadi penentu dengan mencetak gol tendangan bebas pada menit ke-61, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol tersebut menjadi sangat penting, mengingat Inter Miami sedang tertinggal 1-2.
Meski gol tersebut tidak bisa dibilang yang terbaik dalam kariernya, momen itu tetap bersejarah. Bola sempat mengalami defleksi sebelum masuk ke gawang, dan kiper NYCFC, Matt Freese, dinilai kurang maksimal dalam mengantisipasi tendangan tersebut.
Dengan melewati rekor Pele, Messi kini mengincar rekor Juninho Pernambucano, legenda Brasil lainnya, yang memegang rekor gol tendangan bebas terbanyak sepanjang sejarah dengan 77 gol. Messi membutuhkan enam gol lagi untuk menyamai catatan tersebut, dan tujuh gol untuk menjadi pemegang rekor tunggal.
Kemenangan atas NYCFC mengantarkan Inter Miami ke posisi ketiga klasemen Wilayah Timur MLS. Mereka memiliki poin yang sama dengan tim asuhan Pascal Jansen, namun terpaut tiga angka dari Nashville SC.
Peran Vital Messi Bagi Inter Miami
Kemenangan atas NYCFC menjadi sangat penting bagi Inter Miami setelah tersingkir dari Nasville pada 16 besar CONCACAF Champions Cup. Kompetisi tersebut sebelumnya menjadi target utama klub di tahun 2026.
Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, tak ragu memberikan pujian tinggi kepada Messi. Ia menegaskan bahwa Messi adalah pemain yang sangat vital bagi timnya.
"Jelas, dia adalah pemain yang sangat vital bagi kami jika ingin mencapai target," kata Mascherano.
"Sejujurnya, tanpa dia, mustahil bagi kami untuk mencapai tujuan yang sudah kami tetapkan," lanjutnya.
Inter Miami masih memiliki ambisi besar untuk meraih gelar Leagues Cup dan MLS Cup 2026, target yang diyakini sulit tercapai tanpa peran sentral Messi.