Liverpool menyia-nyiakan kesempatan untuk mengamankan kemenangan saat menjamu Tottenham Hotspur dalam lanjutan pekan ke-30 Premier League. Pertandingan yang berlangsung di Anfield, Minggu (15/03/2026) malam WIB, berakhir imbang 1-1 setelah Tottenham berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit akhir.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Liverpool tampil agresif sejak awal. Dominik Szoboszlai berhasil membawa The Reds unggul pada menit ke-18 melalui eksekusi tendangan bebas yang spektakuler.
Namun, keunggulan tersebut sirna di menit ke-90. Richarlison sukses membobol gawang Liverpool, memanfaatkan umpan dari Randal Kolo Muani, sekaligus memaksakan hasil imbang.
Hasil ini membuat Liverpool gagal meraih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir di Premier League. Sebelumnya, mereka dikalahkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 1-2 pada 4 Maret. Rentetan hasil kurang memuaskan ini membuat Liverpool tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan 49 poin, terpaut dua angka dari Aston Villa di zona Liga Champions.
Dominik Szoboszlai mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang tersebut. "Saya merasa lesu. Kami harus bangkit. Jika terus seperti ini, kami hanya akan bermain di UEFA Conference League musim depan. Saya tidak tahu kenapa ini terjadi," ujarnya.
Szoboszlai juga menyoroti kebobolan di menit-menit akhir yang kembali dialami timnya. "Lagi-lagi kebobolan pada menit terakhir. Saya tidak tahu sudah berapa kali musim ini," keluhnya.
Tren Kebobolan di Menit Akhir Menghantui Liverpool
Liverpool tercatat telah kebobolan delapan gol pada menit ke-90 atau setelahnya di Premier League musim ini. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah klub di era kompetisi tersebut. Rekor sebelumnya adalah tujuh gol pada musim 2010/2011. Lebih menyakitkan, setiap gol di menit-menit akhir tersebut selalu berdampak pada hilangnya poin.
Dengan ketatnya persaingan menuju zona Liga Champions, kegagalan mengatasi masalah ini dapat menggagalkan ambisi Liverpool untuk mencapai target awal mereka.