Liverpool Pertimbangkan Xabi Alonso Gantikan Arne Slot Musim Depan

Masa depan Arne Slot di Liverpool terancam setelah kegagalan di Liga Champions dan rumor ketertarikan klub pada Xabi Alonso mulai menguat.

Masa depan pelatih Arne Slot di Liverpool menjadi pembicaraan hangat setelah The Reds dipastikan mengakhiri musim 2026 tanpa tambahan trofi usai tersingkir dari perempat final Liga Champions pada Jumat (17/4/2026). Kegagalan agregat 0-4 dari Paris Saint-Germain tersebut memicu spekulasi pergantian kursi manajer.

Sebagaimana dilansir dari Bola, nama pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, mencuat sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi Slot di Anfield. Performa domestik Liverpool musim ini dinilai tidak meyakinkan karena telah tersingkir dari Carabao Cup dan Piala FA, serta tertahan di posisi kelima klasemen Liga Inggris.

Mantan pemain sayap Liverpool, Jermaine Pennant, memberikan pandangannya mengenai potensi perombakan skuad jika Alonso benar-benar menjabat. Pennant menilai beberapa pemain inti saat ini berpeluang dilepas demi menyesuaikan skema permainan baru yang lebih energetik di lini tengah.

"Jika Alonso masuk, saya rasa ia akan melepas Cody Gakpo, dan jika ada tawaran yang cukup bagus, Mac Allister juga bisa pergi," kata Jermaine Pennant, Mantan Pemain Liverpool.

Menurut Pennant, gaya melatih Alonso akan memprioritaskan mobilitas dan tenaga di sektor gelandang. Sementara itu, nasib Curtis Jones diprediksi lebih aman karena statusnya sebagai pemain lokal yang penting bagi kedalaman skuad klub asal Merseyside tersebut.

Tekanan bagi Slot semakin berat menyusul krisis cedera pemain, termasuk penyerang Hugo Ekitike yang mengalami masalah tendon Achilles. Meskipun pemilik klub dikabarkan masih berencana mempertahankan pelatih asal Belanda itu, kegagalan mempertahankan gelar juara Premier League menjadi catatan merah yang signifikan.

Pennant menegaskan bahwa penurunan performa sejumlah pemain musim ini merupakan tanggung jawab kolektif yang berakar dari kepemimpinan manajer. Ia menilai alasan-alasan teknis seperti keputusan VAR atau cedera tidak bisa menutupi fakta buruknya pencapaian tim di semua kompetisi.

Manajemen Liverpool kini dihadapkan pada tantangan besar mengingat CEO Michael Edwards dan Direktur Olahraga Richard Hughes juga akan segera memasuki tahun terakhir kontrak mereka. Situasi ketidakpastian ini diperkirakan akan terus berkembang hingga akhir musim kompetisi berjalan.

Recommended