Harapan Liverpool untuk meraih trofi domestik pada musim yang dinilai mengecewakan pupus setelah takluk 0-4 dari Manchester City. Laga perempat final Piala FA ini berlangsung di Etihad Stadium pada Sabtu (4/4/2026) malam WIB. Kekalahan telak ini semakin memperberat langkah The Reds dalam menghadapi sisa musim kompetisi.
Tim asuhan Arne Slot harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kebobolan empat gol dalam kurun waktu 18 menit. Performa yang menurun drastis di babak kedua menjadi sorotan utama, memicu kekecewaan di kalangan pemain dan penggemar, seperti dilansir dari Bola.
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, secara terbuka menyampaikan kritik terhadap penampilan timnya. Ia menilai para pemain Liverpool menunjukkan sikap menyerah di lapangan, khususnya pada babak kedua. Van Dijk pun secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar atas performa yang jauh dari harapan tersebut.
Setelah babak pertama yang berjalan relatif seimbang, kendali pertandingan mulai lepas dari genggaman Liverpool. Momen penting terjadi ketika Virgil van Dijk melakukan pelanggaran terhadap Nico O’Reilly yang berbuah penalti. Erling Haaland berhasil mengeksekusi penalti tersebut, membuka keran gol bagi Manchester City.
Penyerang asal Norwegia itu kemudian mencetak hat-trick yang secara mental melumpuhkan semangat para pemain Liverpool. Van Dijk mengungkapkan rasa kecewanya, terutama melihat perubahan performa tim setelah jeda.
“Saya hanya bisa meminta maaf kepada para penggemar atas apa yang telah kami tunjukkan, terutama di babak kedua,” ujar Van Dijk. Ia menambahkan bahwa tim memasuki babak kedua dengan niat untuk mencetak gol dan mengubah jalannya pertandingan, namun yang terjadi justru sebaliknya.
“Fakta bahwa kami tertinggal 0-3 di sini jelas sangat sulit untuk bangkit. Namun, Anda seharusnya tidak boleh menyerah, dan mungkin itulah yang terjadi pada titik tertentu,” lanjut bek asal Belanda itu. Van Dijk mengakui kekalahan ini menyakitkan bagi semua pihak, termasuk dirinya secara pribadi.
Tekanan untuk Arne Slot dan Tantangan Mendatang
Hasil minor ini secara otomatis meningkatkan tekanan terhadap manajer Arne Slot, apalagi Liverpool akan menghadapi laga krusial. Perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) sudah menanti dan menjadi ujian berat berikutnya bagi tim. Virgil van Dijk menegaskan bahwa tanggung jawab atas hasil buruk ini adalah milik bersama, tidak hanya manajer.
“Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan? Jelas dia bertanggung jawab sebagai manajer, tetapi kamilah yang berada di lapangan yang harus mengeksekusinya,” ungkap sang kapten. Ia juga mengingatkan rekan-rekannya bahwa PSG adalah lawan yang tangguh, yang sempat ia saksikan bertanding sebelumnya.
Mencari Kembali Kohesi Tim
Van Dijk juga menyoroti masa transisi yang sulit dialami tim saat ini. Ia mengakui hilangnya kohesi dan intensitas, yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas permainan Liverpool. “Saya beruntung bisa bermain untuk Liverpool selama bertahun-tahun. Hal yang selalu kami miliki adalah kebersamaan. Sekarang kami jelas berada dalam sedikit transisi dan kami harus menemukannya kembali,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa sulit untuk tampil konsisten setiap dua hari jika kebersamaan itu tidak dimiliki. Kini, fokus Liverpool terbagi antara pertandingan sulit melawan PSG dan upaya mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Van Dijk menegaskan bahwa setiap pemain harus segera melakukan introspeksi diri.
“Kami memiliki tanggung jawab kepada diri sendiri dan, terutama, kepada penggemar. Jika kami ingin meraih sesuatu dari musim ini, maka kami harus mencoba dan memproduksi sesuatu yang spesial dalam tiga pertandingan ke depan,” ujarnya. Ia merasa perlu mencari cara untuk membalikkan keadaan ini, mengingat tim sering kalah karena intensitas atau kurangnya keinginan untuk berjuang. Hal ini sulit diterima dan setiap orang harus melihat ke dalam diri mereka.