Keputusan mengejutkan Liverpool untuk melepas Mohamed Salah secara gratis pada musim panas 2026 didasari oleh pertimbangan strategis klub. Manajemen klub memilih jalan ini untuk menghindari potensi masalah yang lebih besar.
Fenway Sports Group (FSG), pemilik Liverpool, menilai bahwa memaksakan biaya transfer dalam negosiasi justru dapat memperburuk situasi yang sudah kompleks. Kontrak Salah dipercepat 12 bulan lebih awal, sehingga berakhir pada 30 Juni 2026, membuka jalan bagi kepindahannya tanpa biaya transfer.
Kepergian Salah sebagai agen bebas menandai momen yang tidak biasa bagi seorang legenda klub. Alih-alih perayaan besar, perpisahan ini terasa kaku.
Keretakan hubungan antara Salah dan klub sebenarnya sudah terlihat sejak Desember 2025, ketika sang pemain secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya. Sejak saat itu, baik pemain maupun klub mulai mencari solusi terkait kontrak dua tahun yang baru disepakati.
Pada usia 33 tahun, Salah kurang diminati pada bursa transfer Januari. Gaji tinggi sekitar 400 ribu paun per pekan, ditambah biaya transfer, membuat banyak klub enggan merekrutnya. Liverpool berharap mendapat pemasukan dari penjualan, tetapi performa Salah yang tidak konsisten membuat posisinya dipertanyakan.
Arne Slot, pelatih Liverpool, dikabarkan tidak lagi menjadikan Salah sebagai pilihan utama. Bagi Salah, bertahan bukan pilihan jika tidak menjadi pemain inti.
Benturan dengan Pelatih
Sebelumnya, Salah juga berselisih dengan Jurgen Klopp saat dicadangkan melawan West Ham pada April 2024. Situasi serupa terjadi dengan Slot, bahkan sulit diperbaiki. Liverpool menghadapi dilema karena menempatkan pemain bergaji tertinggi di bangku cadangan tidak ideal bagi stabilitas tim.
Salah dan agennya, Ramy Abbas Issa, meyakini bahwa ia layak diperlakukan sebagai pemain elite dunia dan harus menjadi pilihan utama. Perbedaan pandangan ini membuat perpisahan tak terhindarkan.
Pertimbangan Strategis Klub
Liverpool, dengan pendekatan berbasis data, khawatir akan penurunan performa Salah. Dengan kondisi saat ini, berpisah sejak musim panas lalu mungkin lebih ideal. Keputusan ini sulit karena Salah masih menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris dan pemimpin assist. Melepasnya saat performa puncak berisiko mendapat kritik besar.
Masa Depan Salah
Meski akan pergi, hubungan Salah dengan staf dan rekan setim tetap baik. Dalam video perpisahannya, ia hanya menyampaikan pesan kepada suporter, tanpa menyebut manajemen atau pelatih.
Masa depan Salah belum pasti. Agennya menyatakan belum ada keputusan final. Arab Saudi menjadi tujuan paling mungkin, dengan Al-Hilal sebagai kandidat terdepan. Opsi lain termasuk bermain di Amerika Serikat atau kembali ke Italia.
Kepergian Salah menjadi penutup yang kompleks bagi karier gemilang di Liverpool, sebuah perpisahan yang baru akan dipahami seiring waktu.